Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERMUSUHAN Amerika Serikat terhadap Iran tidak akan berakhir pada pemerintahan Donald Trump. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan itu pada Rabu (16/2).
Dia menegaskan kembali posisinya bahwa Iran harus mendukung dirinya sendiri untuk meniadakan sanksi yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. "Anda menyaksikan yang dilakukan Trump dan Obama terhadap Anda," katanya seperti dikutip di situs resminya.
"Permusuhan tidak terbatas pada Trump dan tidak akan berakhir hanya karena dia telah meninggalkan jabatannya," tambah Khamenei. Ia berbicara kepada keluarga jenderal tinggi Iran Qasem Soleimani yang tewas dalam serangan udara AS pada Januari di negara tetangga Irak.
"Jangan percaya musuh. Ini adalah nasihat eksplisit saya."
Ketegangan antara Teheran dan Washington melonjak selama masa kepresidenan Trump, terutama setelah 2018, ketika ia menarik Washington keluar dari kesepakatan nuklir dan menerapkan kembali hukuman sanksi sepihak.
Presiden terpilih Joe Biden, yang mengalahkan Trump di kotak suara pada November, mengisyaratkan kesediaan untuk kembali berdiplomasi dengan Iran. Tapi Khamenei pada kesempatan sebelumnya telah memperingatkan terhadap harapan yang dianggap semu itu. (AFP/OL-14)
Donald Trump mengklaim telah menghentikan 8 perang besar demi gelar Nobel Perdamaian. Benarkah?
Ketegangan memuncak! Donald Trump sebut AS tidak lagi murni memikirkan perdamaian setelah gagal raih Nobel, sambil terus mendesak kendali penuh atas Greenland.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
Putra Donald Trump adalah salah satu investor di tambang 'unsur tanah jarang' pertama di pulau Arktik tersebut.
Tiga uskup agung Katolik AS mengatakan bahwa landasan moral untuk tindakan Amerika di dunia dipertanyakan akibat penggunaan atau ancaman kekuatan militer kembali.
ANCAMAN Donald Trump pada Sabtu (17/1) untuk mengenakan tarif pada delapan negara Eropa kecuali mereka mendukung rencananya untuk membeli Greenland mengejutkan banyak orang.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved