Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (15/12), mengatakan pihaknya sedang berdiskusi dengan Pfizer dan Moderna tentang kemungkinan memasukkan vaksin covid-19 buatan mereka di antara suntikan awal untuk negara-negara miskin dengan harga terjangkau.
Fasilitas Covax, yang didukung WHO, dibuat untuk memastikan akses yang adil ke vaksin covid-19 di seluruh dunia saat itu tersedia, bertujuan menyediakan sekitar 2 miliar dosis pada akhir tahun depan.
Ratusan juta dosis kandidat vaksin yang sedang dikembangkan AstraZeneca, Novavax, dan Sanofi-GSK pun sudah diamankan.
Baca juga: AS Izinkan Rapid Test di Rumah Kurangi Beban Laboratorium
Penasihat Senior WHO Bruce Aylward mengatakan WHO sedang berdiskusi dengan Pfizer dan Moderna tentang apakah produk mereka dapat menjadi bagian dari peluncuran awal vaksin.
"Kami juga perlu memastikan harga mereka sesuai untuk populasi yang kami coba layani dan negara yang kami coba bantu," tekannya.
Raksasa farmasi AS Pfizer, bersama German BioNTech, menciptakan vaksin yang mendapat persetujuan regulasi di sejumlah negara Barat. Kampanye vaksinasi telah dimulai di Inggris dan Amerika Serikat (AS). Vaksin Moderna juga diharapkan segera mendapat persetujuan.
Kedua vaksin tersebut menggunakan teknologi mutakhir dan telah terbukti sangat efektif dalam uji coba Fase III dan harganya pun diperkirakan mahal.
Tetapi, Aylward memuji pernyataan dari kepala Pfizer Albert Bourla yang berbicara tentang pemotongan harga untuk negara-negara berpenghasilan rendah.
"Dia mengaku berkomitmen untuk memastikan bahwa produknya digunakan secara global dan kami menyadari bahwa memerlukan penetapan harga pada tingkat yang tepat untuk dapat membuatnya berhasil," kata Aylward.
"Jadi ada komitmen kuat dari Pfizer di luar sana untuk bisa melakukan itu," tambahnya.
Covax, tambahnya, ingin memiliki beragam portofolio vaksin untuk ditawarkan. Pihaknya juga akan mengevaluasi produk apa pun di luar sana dengan kemanjuran, keamanan, dan kualitas yang ditunjukkan.
Vaksin yang dikembangkan oleh Tiongkok dan Rusia, lanjut dia, juga dapat dievaluasi untuk dimasukkan jika memenuhi standar kemanjuran dan keamanan. (AFP/OL-1)
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved