Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mendesak Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden untuk meninggalkan perilaku nakal Washington dan mencabut sanksi yang melumpuhkan negaranya. Ia menolak pembicaraan tentang negosiasi ulang kesepakatan nuklir 2015.
Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa ketika Presiden Donald Trump meninggalkan perjanjian penting itu, Amerika Serikat telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukungnya.
"AS telah melakukan pelanggaran besar terhadap resolusi itu karena pemerintahan Trump telah menjadi rezim yang nakal," kata Zarif dalam wawancara online yang diadakan sebagai bagian dari acara Dialog Mediterania yang diselenggarakan oleh Italia, Kamis (3/12).
"Sekarang jika Presiden terpilih Biden ingin terus menjadi rezim yang nakal, dia dapat terus meminta negosiasi untuk melaksanakan komitmennya," tambahnya.
"Amerika Serikat harus berhenti, Amerika Serikat harus menghentikan pelanggaran hukum internasionalnya. Tidak memerlukan negosiasi apa pun."
Ketegangan lama AS-Iran selama puluhan tahun meningkat setelah Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir pada 2018 dan menerapkan kembali, kemudian diperkuat, sanksi yang telah memukul ekonomi Iran.
Biden telah mengisyaratkan dia akan mengembalikan AS ke kesepakatan, yang menawarkan bantuan kepada Teheran terlepas dari sanksi internasional dengan imbalan jaminan, diverifikasi oleh PBB, bahwa program nuklirnya tidak memiliki tujuan militer.
Dia mengatakan kepada New York Times minggu ini bahwa jika Iran kembali patuh, AS akan bergabung kembali. Setelah itu dia akan berusaha untuk memperketat batasan nuklir Iran dan mengatasi kekhawatiran tentang program rudalnya dan dukungan Iran untuk militan di wilayah tersebut.
Tapi Zarif berkata, "Kami tidak akan menegosiasikan kembali kesepakatan yang kami negosiasikan." Dia menambahkan bahwa kekuatan Barat harus melihat perilaku mereka sendiri sebelum mengkritik Iran.
"Tahun lalu, Barat menjual lebih banyak senjata ke Teluk Persia daripada yang dijual ke bagian lain dunia mana pun. Senjata senilai lebih dari US$100 miliar telah dijual ke wilayah ini. Apakah Barat siap menghentikan perilaku jahat ini?" Kata Zarif.
Dia juga mengeluhkan kurangnya kemarahan Eropa atas pembunuhan salah satu ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh, pada pekan lalu. Teheran menuduh serangan itu didalangi Israel.
"Ketika mereka (Barat) siap untuk menangani masalah perilaku buruk mereka sendiri di wilayah ini, mereka bisa mulai membicarakan hal-hal lain," katanya. "Selama mereka tidak bisa bertahan, mereka harus tutup mulut." (AFP/OL-14)
Penasihat Donald Trump mendesak jalan keluar cepat dari konflik Iran seiring lonjakan harga minyak. Trump janji perang segera usai, tetapi kemenangan belum pasti.
Keputusan ini pun memunculkan pertanyaan besar: apakah ini murni keputusan internal Iran, atau ada dinamika geopolitik yang lebih besar di baliknya?
HARGA minyak dunia sempat anjlok tajam di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan perang bisa segera berakhir.
Kebijakan imigrasi agresif Donald Trump di 2026 picu lonjakan Islamofobia dan demonstrasi besar di AS. Simak dampak dan situasi terkini komunitas muslim.
PRESIDEN Donald Trump menyatakan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran kemungkinan akan segera berakhir.
Trump panik harga minyak melonjak akibat perang Iran-Israel. Washington berencana cabut sanksi negara penghasil minyak demi stabilkan pasar dan pasokan global.
Iran menuding Amerika Serikat dan Israel melakukan aksi terorisme dan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Majelis Ulama Indonesia menyampaikan duka atas korban konflik Timur Tengah dan menyerukan penghentian aksi militer selama Ramadan, serta mendorong diplomasi damai melalui PBB.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah Indonesia keluar dari Board of Peace menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menlu RI Sugiono di sidang DK PBB New York menegaskan komitmen solusi dua negara, soroti krisis kemanusiaan Gaza dan kebijakan Israel di Tepi Barat.
Menlu RI Sugiono bertemu Menlu Pakistan, Mesir, dan Yordania di sela sidang DK PBB New York, dorong gencatan senjata Gaza dan solusi dua negara Palestina.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) belum menerima informasi soal pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir dan masih berkomunikasi dengan otoritas Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved