Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
UNI Eropa memberi sinyal menyetujui dua vaksin covid-19 yang diuji oleh Pfizer-BioNTech dan vaksin buatan Moderna sebelum akhir Desember, demikian pernyataan Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, Kamis (19/11).
Von der Leyen mengatakan Badan Obat-obatan Eropa dapat memberikan otorisasi pemasaran bersyarat paling cepat paruh kedua Desember jika semua berjalan tanpa masalah. Raksasa farmasi AS Pfizer dan BioNTech Jerman telah mengembangkan vaksin yang diklaim telah berhasil dalam uji klinis.
Data keberhasilan itu telah dikirim ke European Medicines Agency (EMA). Demikian juga perusahaan bioteknologi AS Moderna juga mengklaim vaksin eksperimentalnya 95 persen efektif. EMA yang berkantor di Amsterdam masih akan mempelajari hasil tes sebelum mengeluarkan rekomendasi. Namun Uni Eropa optismitis paruh Desember, vaksin itu sudah bisa digunakan meski Brussel belum sepakat.
Uni Eropa memiliki kontrak untuk mencadangkan ratusan juta dosis vaksin masa depan dengan BioNTech, Purevac, AstraZeneca, dan Sanofi jika dapat dipasarkan.
"Dan kami melanjutkan negosiasi dengan Moderna. Kami juga sedang dalam pembicaraan dengan Novavax," kata von der Leyen.
Ia menambahkan bahwa 27 pemimpin Uni Eropa telah menyuarakan dukungan untuk program pembelian Uni Eropa. Dia menekankan bahwa dalam kasus perusahaan AS, EMA berhubungan setiap hari dengan FDA di Amerika.
"Dan jika tidak ada hambatan, seperti yang EMA beritahukan kepada kami bahwa otorisasi pemasaran bersyarat untuk BioNTech dan Moderna dapat dilakukan paling cepat pada paruh kedua Desember 2020."
Salah satu pendiri sekaligus CEO BioNTech, Ugur Sahin mengatakan kepada AFP bahwa perusahaan tersebut mengharapkan persetujuan cepat.
"Kami bekerja dengan kecepatan penuh," kata Ugur Sahin mengkonfirmasikan rencana perusahaan untuk mengajukan otorisasi penggunaan darurat obat mereka di AS.
Sementara regulator Eropa akan menerima kumpulan data lain minggu depan.
"Ada kemungkinan kami masih bisa menerima persetujuan dari AS atau Eropa atau kedua wilayah tahun ini," kata Sahin
"Kami bahkan mungkin mulai mengirimkan vaksin pada bulan Desember jika semua orang bekerja sama dengan erat, " tambahnya.
Namun, awal pekan ini, CEO Moderna Stephane Bancel memperingatkan bahwa negosiasi yang berlarut-larut dengan Brussel mengenai kontrak untuk mencadangkan vaksinnya dapat menunda pengiriman.
"Jelas bahwa dengan penundaan ini tidak akan membatasi jumlah total tetapi akan memperlambat pengiriman," katanya kepada AFP, dalam sebuah wawancara.
baca juga: Penggunaan Vaksin di AS sebelum Natal
Pfizer,BioNTech dan Moderna telah memimpin dalam pengejaran global untuk vaksin, setelah data uji coba skala besar bulan ini menunjukkan suntikan mereka sekitar 95 persen efektif melawan Covid-19. Terobosan kembar telah mengangkat harapan untuk diakhirinya pandemi yang telah menginfeksi lebih dari 56 juta orang dan menyebabkan lebih dari 1,3 juta kematian di seluruh dunia sejak virus pertama kali muncul di Tiongkok akhir tahun lalu. (AFP/OL-3)
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved