Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAHAN Presiden Donald Trump pada Rabu (18/11) memberlakukan sanksi baru kepada yayasan utama Iran milik Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan menteri intelijen negara itu. Ini merupakan peningkatan tekanan sebelum Joe Biden dilantik.
Departemen Keuangan mengatakan membekukan kepentingan Amerika Serikat apa pun Yayasan Kaum Tertindas (Foundation of the Oppressed). Secara resmi yayasan itu merupakan organisasi amal untuk orang miskin yang memiliki kepentingan luas di seluruh ekonomi Iran, termasuk sektor minyak dan pertambangan.
Departemen Keuangan menggambarkan yayasan itu sebagai kerajaan ekonomi bernilai miliaran dolar dan jaringan patronase utama untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang beroperasi tanpa pengawasan pemerintah.
Yang juga terkena sanksi ialah menteri intelijen dan keamanan Iran Mahmoud Alavi atas dasar hak asasi manusia. Amerika Serikat mengatakan bahwa agensi Alavi bertanggung jawab atas pemukulan dan penyalahgunaan tahanan politik lain.
Sanksi terbaru akan memiliki efek praktis yang terbatas karena pemerintahan Trump telah menerapkan pembatasan besar-besaran terhadap Iran, termasuk mencoba menghentikan semua ekspor minyak dan memblokir sistem keuangannya.
Namun langkah itu dilakukan ketika Iran menawarkan untuk kembali mematuhi kesepakatan nuklir yang dinegosiasikan di bawah mantan presiden Barack Obama jika Biden mencabut sanksi setelah menjabat pada 20 Januari.
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dalam tanggapan tidak langsung, berjanji untuk terus memaksakan konsekuensi yang menyakitkan.
"Rezim Iran berusaha mengulangi percobaan gagal untuk mencabut sanksi dan mengirimkan mereka uang dalam jumlah besar sebagai imbalan atas pembatasan nuklir sederhana," katanya.
"Ini memang meresahkan, tetapi yang lebih mengganggu lagi yaitu anggapan bahwa Amerika Serikat harus menjadi korban pemerasan nuklir ini dan meninggalkan sanksi kami." (AFP/OL-14)
Bagi Iran, ini cukup sederhana. Selama mereka tidak kalah, mereka menang
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Dia juga ditanya apakah perang akan berakhir minggu ini, dan dia menjawab tidak, tetapi akan segera berakhir.
Penasihat Donald Trump mendesak jalan keluar cepat dari konflik Iran seiring lonjakan harga minyak. Trump janji perang segera usai, tetapi kemenangan belum pasti.
Keputusan ini pun memunculkan pertanyaan besar: apakah ini murni keputusan internal Iran, atau ada dinamika geopolitik yang lebih besar di baliknya?
HARGA minyak dunia sempat anjlok tajam di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan perang bisa segera berakhir.
Ia menambahkan bahwa Iran berniat untuk memutus siklus perang-negosiasi-gencatan senjata dan kemudian perang lagi.
Bagi Iran, ini cukup sederhana. Selama mereka tidak kalah, mereka menang
Kepulangan mereka melalui proses penerbangan dengan maskapai Turkish Airlines dengan jalur Baku, Azerbaijan dan diterbangkan ke Jakarta.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Dia juga ditanya apakah perang akan berakhir minggu ini, dan dia menjawab tidak, tetapi akan segera berakhir.
Surat Megawati kepada Mojtaba Khamenei itu diserahkan kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved