Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (20/10), berkampanye di Negara Bagian Pennsylvania yang menjadi medan pertarungan penting dalam Pemilu AS. Dia mengatakan kepada para pendukungnya bahwa dia membutuhkan masa jabatan kedua di Gedung Putih untuk memastikan ada pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19.
Pada rapat umum di bandara di Erie, di sudut barat laut negara bagian itu, Trump menyampaikan bahwa Pennsylvania dapat menempatkannya di posisi teratas dalam Pemilu AS, 3 November mendatang.
Di samping itu, dia memperingatkan bahwa saingan dari Partai Demokrat, Joe Biden akan menghancurkan energi negara dan pekerjaan manufaktur.
Baca juga: Obama akan Berkampanye untuk Biden di Philadelphia
"Ini adalah pemilihan antara pemulihan super Trump, yang sedang terjadi saat ini, dan depresi Biden," kata Trump kepada para pendukungnya.
"Jika Anda ingin sekolah terbuka, ekonomi terbuka, dan negara yang aman, sehat, dan berkembang, pilih saya," katanya.
Perjalanan Trump ke Pennsylvania terjadi sehari sebelum bos lama Biden, mantan Presiden Barack Obama, akan berkampanye di Negara Bagian itu untuk mantan wapresnya. Obama akan memainkan peran penting dalam memutuskan siapa yang memenangkan pemilihan Gedung Putih.
Penanganan Trump atas pandemi covid-19, yang telah menewaskan lebih dari 220 ribu orang di AS dan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan, telah berdampak pada prospek dirinya terpilih kembali.
Biden mengkritik Trump karena gagal menghadapi pandemi dan bergegas membuka kembali ekonomi, serta meremehkan langkah-langkah keamanan seperti menjaga jarak sosial dan mengenakan masker.
Jajak pendapat menunjukkan lebih banyak warga AS mempercayai Biden daripada Trump untuk memimpin negara itu keluar dari krisis kesehatan.
Mantan wakil presiden AS itu keluar dari jalur kampanye pada Selasa (20/10) untuk mempersiapkan debatnya pada minggu ini melawan Trump.
Dengan dua minggu tersisa dalam perlombaan, lebih dari 35 juta warga AS telah memberikan suara lebih awal, menurut Proyek Pemilu AS dari Universitas Florida. Itu mewakili lebih dari seperempat total suara dalam pemilihan presiden 2016. (CNA/OL-1)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Lucy Harrison, 23, tewas tertembak di dada saat mengunjungi ayahnya di Texas. Sidang koroner mengungkap adanya argumen panas terkait Donald Trump sebelum kejadian.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
FBI merilis bukti baru berupa rekaman CCTV orang bersenjata di rumah Nancy Guthrie. Savannah Guthrie yakin ibunya masih hidup dan meminta bantuan publik.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved