Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Prancis Laporkan 4.900 Kasus Baru

(AFP/Hym/I-1)
25/8/2020 05:25
Prancis Laporkan 4.900 Kasus Baru
Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran, yang mengenakan masker pelindung, berbicara kepada pers usai mengunjungi lokakarya pembuatan masker((Photo by Pascal GUYOT / AFP))

PRANCIS melaporkan hampir 4.900 kasus virus korona baru selama 24 jam terakhir, angka tertinggi sejak Mei. Menteri Kesehatan Prancis, Minggu (23/8), mengakui ada 'risiko' dalam peningkatan tingkat infeksi.

Otoritas kesehatan Prancis mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 4.897 tes positif baru terdaftar pada Minggu (23/8), naik tajam dari angka pada Sabtu (22/8), yakni 3.602 kasus.

Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Prancis sejak negara tersebut perlahan keluar dari penguncian dua bulan yang berhasil menekan tingkat infeksi pada Mei lalu.

"Kami berada dalam situasi yang mana ada risiko," kata Menteri Kesehatan Olivier Veran dalam wawancara dengan surat kabar Le Journal du Dimanche saat warga Prancis bersiap kembali bekerja dari liburan musim panas.

Dia menekankan situasinya tidak sama seperti pada Februari lalu ketika virus mulai menyebar di Prancis. Kasus covid-19 sekarang beredar empat kali lebih banyak di antara mereka yang berusia di bawah 40-an daripada di atas 65-an. "Pengujian sekarang telah ditingkatkan sehingga Prancis dapat melakukan 700 ribu tes dalam seminggu," tambahnya.

Namun, dia menambahkan bahwa risikonya ialah orang muda dapat menularkan virus kepada orang tua yang jauh lebih berisiko mengalami komplikasi serius atau kematian.

 

Tidak dihormati

Dia menyesalkan sebagian besar infeksi terjadi dalam 'situasi pesta' yang dihadiri kaum muda yang tidak menghormati aturan jarak sosial.

Tiga persen dari tes sekarang positif, meningkat 1% pada awal musim panas. Orang yang terinfeksi sekarang menularkannya ke 1,3-1,4 orang secara rata-rata.

Akan tetapi, Veran mengatakan penguncian nasional baru tidak ada dalam agenda. Tindakan lokal yang ditargetkan sebagai tindakan terbaik untuk diambil.

"Sekarang ada 4.709 orang dirawat di rumah sakit di Prancis dengan infeksi virus korona, sementara 383 dalam perawatan intensif," kata otoritas kesehatan.

Satu kematian lagi tercatat pada Minggu (23/8) sehingga total kematian akibat covid-19 di Prancis menjadi 30.513 korban.

Veran mengatakan dia mengetahui spekulasi virus itu sekarang tidak terlalu mematikan karena telah bermutasi. "Covid-19 yang menyebar telah menewaskan 30 ribu orang Prancis. Hanya profil pasien yang berubah, mereka lebih muda dan gejala lebih sedikit," ujarnya. (AFP/Hym/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya