Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara baru-baru ini mengumumkan bahwa dia mencalonkan diri untuk pemilihan kembali dalam pemilihan 31 Oktober mendatang. Pengumuman tersebut telah menimbulkan ketakutan akan terjadinya kerusuhan di negara yang tidak asing dengan kekerasan pemilu.
Satu dekade memimpin Pantai Gading tidak membuat Ouattara puas. Dia mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga sebagai kepala negara, meskipun konstitusi membatasi jabatan presiden hanya 2 periode.
Dikutip France24, pemerintah telah mempertahankan keputusan tersebut dengan alasan bahwa penghitungan waktu harus disetel ulang ke nol, mengingat konstitusi negara Afrika Barat itu telah direformasi pada 2016.
Keputusan Ouattara telah menyebabkan kerusuhan dan bentrokan yang meluas antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa. Sejauh ini dilaporkan bentrokan itu mengakibatkan setidaknya 6 korban jiwa.
Dengan pemilihan umum yang dijadwalkan pada 31 Oktober, sejumlah hasil dimungkinkan. Namun, bayangan kerusuhan kembali menjadi ketakutan di negara itu.
Diketahui, pada tahun 2010-11, Pantai Gading jatuh ke dalam krisis berdarah pasca pemilu yang merenggut lebih dari 3.000 nyawa. Kerusuhan terjadi di ibu kota ekonomi Abidjan. Kuburan massal digali dan langsung diisi para korban.
Kekerasan dipicu oleh hasil pemilihan presiden yang disengketakan. Presiden negara saat itu, Laurent Gbagbo mengumumkan kemenangan di putaran kedua. Begitu pula penantang utamanya, Alassane Ouattara, melakukan hal serupa.
Tidak ada yang mau mundur atau menerima kekalahan. Krisis pun memuncak dengan penangkapan Gbagbo oleh pasukan pro-Ouattara yang didukung Prancis pada April 2011.
Ouattara dilantik satu bulan kemudian, sementara Gbagbo dikirim ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Baca juga: Biden Berjanji Persatukan Amerika Serikat
"Sementara beberapa aktor politik masih ada dan lingkungannya sangat berbeda," kata Flan Moquet César, Direktur Pusat Penelitian Politik Abidjan.
Sebelum pemilihan umum 2010, negara itu terpecah menjadi dua akibat perang saudara. Utara dikuasai pemberontak dan Selatan dikuasai pemerintah.
Ousmane Zina, dosen ilmu politik di Universitas Bouake mengatakan setelah Gbagbo berulang kali menunda pemilihan, panggung politik siap untuk krisis. Dia berpikir bahwa kekuasaan telah menjadi lebih terpusat sejak 2010.
Menurut Zina, saat ini memang tidak ada faksi pemberontak bersenjata yang besar untuk dilawan. Namun, ini bukan berarti tidak ada kemungkinan terjadinya kerusuhan.
"Polarisasi politik dan sosial yang kita miliki saat ini di Pantai Gading berarti pasti akan ada saat-saat ketegangan, tapi ini akan cepat dijinakkan. Akan ada pertempuran di jalan, tapi bukan konflik besar yang melanda seluruh negeri," pungkasnya. (France24/OL-14)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Tewasnya gembong narkoba El Mencho memicu kerusuhan hebat di Meksiko. Blokade jalan dan pembakaran terjadi, hingga maskapai internasional batalkan penerbangan.
Tiga akun media sosial provokatif yang diduga mengeskalasi kerusuhan Agustus 2025. Akun Strongerboy, Adiastha8, dan Armyzoned ID dianggap kebal hukum dan belum diusut kepolisian.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Bagi warga negara ganda AS-Iran, kedutaan menegaskan bahwa mereka harus menggunakan paspor Iran untuk keluar dari negara tersebut.
Dalam disertasinya yang berjudul Konfigurasi Resiprokal Determinan, Pencegahan, dan Penanganan Kerusuhan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di Indonesia.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait kerusuhan yang terjadi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved