Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) menyita atau menguasai bahan bakar milik Iran yang akan menuju Venezuela. Sekitar 1,1 juta barel bahan bakar disita dengan bantuan mitra asing. Washington mengatakan pengiriman itu melanggar sanksi AS yang diberikan kepada Venezuela.
Duta Besar Iran untuk Venezuela mengklaim baik kapal maupun pemiliknya bukan lah orang Iran.
Seorang hakim mengeluarkan surat perintah penyitaan kargo minyak dari empat kapal tanker tersebut setelah AS mengajukan gugatan bulan lalu.
Departemen Kehakiman AS mengatakan telah berhasil melakukan penyitaan dari pengiriman bahan bakar bernilai jutaan dolar itu.
"Properti yang disita ini sekarang dalam pengamanan AS," kata pernyataan itu tanpa menyebutkan kapan atau tempat penyitaan itu terjadi.
Baca juga: Iran Kecam Normalisasi Hubungan Diplomatik UEA dan Israel
Seorang pejabat senior AS mengatakan tidak ada kekuatan militer yang digunakan dalam penyitaan. AS mengancam pemilik kapal, perusahaan asuransi dan kapten dengan sanksi, guna memaksa mereka menyerahkan minyak.
Saat ini tidak jelas keberadaan keempat kapal yang bernama Bella, Bering, Pandi, dan Luna.
Duta Besar Iran untuk Venezuela Hojat Soltani menggambarkan laporan penyitaan itu sebagai 'propaganda palsu'.
"Ini adalah kebohongan lain dan tindakan perang psikologis yang dilakukan oleh mesin propaganda AS," ujarnya di Twitter.
Ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak penarikan sepihak Washington pada 2018 dari kesepakatan nuklir penting dunia.
Washington pun menjatuhkan sanksi berat pada Iran dan Venezuela dengan memblokir ekspor minyak. AS ingin menjatuhkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dari kekuasaan dan mengubah perilaku para pemimpin Iran. (BBC/OL-5)
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Venezuela dan AS sepakat bekerja sama mengembangkan sektor pertambangan. Reformasi hukum disiapkan untuk menarik perusahaan raksasa tambang global.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Gelombang pembebasan tahanan politik di Venezuela dimulai. Sebanyak 1.557 orang ajukan amnesti, termasuk pengosongan penjara El Helicoide yang kontroversial.
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Analisis pakar sebut perang AS-Israel gagal picu revolusi di Iran. Agresi militer justru perkuat loyalitas militer dan bungkam kelompok moderat di internal Teheran.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved