Selasa 11 Agustus 2020, 11:55 WIB

500.000 Tabloid Pro-Demokrasi Hong Kong, Lawan Penangkapan Lai

Faustinus Nua | Internasional
500.000 Tabloid Pro-Demokrasi Hong Kong, Lawan Penangkapan Lai

AFP/ISAAC LAWRENCE
Harian Apple Daily dengan gambar Lai yang dicetak 500.000 eksemplar hari ini

 

Tabloid Apple Daily Hong Kong menanggapi penangkapan pemiliknya Jimmy Lai dengan menyerukan perlawanan pada judul halaman depan Selasa (11/8). Tabloid pro-demokrasi itu menulis 'Apple Daily Harus Terus Berjuang' dengan gambar Lai diborgol, setelah ditangkap atas dugaan pelanggaran undang-undang keamanan baru.

Dikutip CNA, lebih dari 500.000 eksemplar dicetak untuk edisi kali ini. Jumlah tersebut naik secara signifikan dari biasanya, yakni 100.000 eksemplar.

Pembaca mengantre sejak dini hari untuk mendapatkan harian tersebut. Di lingkungan kelas pekerja Mong Kok, puluhan orang sudah mengantre sejak pukul 2 pagi waktu setempat. Beberapa penjual mengatakan Apple Daily terjual habis pada jam sibuk pagi hari.

"Apa yang dilakukan polisi kemarin mengganggu kebebasan pers secara brutal," kata Kim Yau, 45 tahun, saat membeli harian Apple Daily.

"Semua warga Hong Kong harus mendukung Hong Kong hari ini dengan hati nurani. Mendukung Apple Daily," lanjutnya.

Lai yang dikenal sebagai raja media di kota itu ditahan lantaran dicurigai berkolusi dengan pihak asing. Sekitar 200 polisi menggeledah kantor surat kabar tersebut dan mengumpulkan 25 kotak bukti pada Senin.

Saham perusahaan media Lai, Next Digital, yang menerbitkan Apple Daily pun melonjak pada Senin karena forum pro-demokrasi online meminta investor untuk membeli saham. Hal itu untuk menunjukkan dukungan kepada Lai dan pers Hong Kong.

Baca juga: Tiongkok Beri Sanksi untuk Anggota Parlemen AS Terkait Hong Kong

Lai lahir di daratan Tiongkok. Dia kemudian diselundupkan ke Hong Kong dengan kapal penangkap ikan ketika usianya 12 tahun.

Lai menjadi satu dari beberapa aktivis demokrasi paling terkemuka di kota yang diperintah oleh Tiongkok. Dia merupakan kritikus yang gigih menentang pemerintahan Partai Komunis di Beijing.

Penangkapannya dilakukan di tengah tindakan keras terhadap oposisi pro-demokrasi di Hong Kong yang telah menuai kecaman internasional. Banyak pihak khawatir atas kebebasan yang dijanjikan oleh Beijing ketika bekas koloni Inggris itu kembali ke Tiongkok tahun 1997.

Undang-undang keamanan baru yang diberlakukan pada 30 Juni berhak menghukum siapa pun yang dianggap Beijing melakukan upaya pemisahan diri, subversi, terorisme, atau kolusi dengan pasukan asing. Bahkan ancaman hukuman yang dikenakan bisa seumur hidup di penjara.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Senin menyebut Lai sebagai seorang patriot. Penangkapan itu menunjukkan bahwa Beijing telah menghapus kebebasan Hong Kong dan mengikis hak-hak rakyatnya. (CNA/OL-14)

 

Baca Juga

AFP/Menahem Kahana.

Polisi Israel Tangkap Puluhan Warga Palestina pada Dini Hari

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 21:14 WIB
Sejak itu protes terus berkobar di Negev. Ini bersama dengan protes solidaritas oleh warga Palestina di kota-kota Haifa, Umm al-Fahm, dan...
AFP/Mahmud Hams.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina Butuh Rp23 Triliun

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 20:57 WIB
Pemerintahan Presiden Joe Biden telah memulihkan beberapa dukungan, tetapi UNRWA mengatakan masih...
AFP/Alexey Nikolsky.

Putin Jamu Presiden Iran Raisi di Moskow Besok

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 17:58 WIB
Itu akan menjadi kunjungan ketiga Raisi di luar Iran--setelah Tajikistan dan negara tetangga Turkmenistan--sejak ia mengambil alih kursi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya