Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Tabloid Apple Daily Hong Kong menanggapi penangkapan pemiliknya Jimmy Lai dengan menyerukan perlawanan pada judul halaman depan Selasa (11/8). Tabloid pro-demokrasi itu menulis 'Apple Daily Harus Terus Berjuang' dengan gambar Lai diborgol, setelah ditangkap atas dugaan pelanggaran undang-undang keamanan baru.
Dikutip CNA, lebih dari 500.000 eksemplar dicetak untuk edisi kali ini. Jumlah tersebut naik secara signifikan dari biasanya, yakni 100.000 eksemplar.
Pembaca mengantre sejak dini hari untuk mendapatkan harian tersebut. Di lingkungan kelas pekerja Mong Kok, puluhan orang sudah mengantre sejak pukul 2 pagi waktu setempat. Beberapa penjual mengatakan Apple Daily terjual habis pada jam sibuk pagi hari.
"Apa yang dilakukan polisi kemarin mengganggu kebebasan pers secara brutal," kata Kim Yau, 45 tahun, saat membeli harian Apple Daily.
"Semua warga Hong Kong harus mendukung Hong Kong hari ini dengan hati nurani. Mendukung Apple Daily," lanjutnya.
Lai yang dikenal sebagai raja media di kota itu ditahan lantaran dicurigai berkolusi dengan pihak asing. Sekitar 200 polisi menggeledah kantor surat kabar tersebut dan mengumpulkan 25 kotak bukti pada Senin.
Saham perusahaan media Lai, Next Digital, yang menerbitkan Apple Daily pun melonjak pada Senin karena forum pro-demokrasi online meminta investor untuk membeli saham. Hal itu untuk menunjukkan dukungan kepada Lai dan pers Hong Kong.
Baca juga: Tiongkok Beri Sanksi untuk Anggota Parlemen AS Terkait Hong Kong
Lai menjadi satu dari beberapa aktivis demokrasi paling terkemuka di kota yang diperintah oleh Tiongkok. Dia merupakan kritikus yang gigih menentang pemerintahan Partai Komunis di Beijing.
Penangkapannya dilakukan di tengah tindakan keras terhadap oposisi pro-demokrasi di Hong Kong yang telah menuai kecaman internasional. Banyak pihak khawatir atas kebebasan yang dijanjikan oleh Beijing ketika bekas koloni Inggris itu kembali ke Tiongkok tahun 1997.
Undang-undang keamanan baru yang diberlakukan pada 30 Juni berhak menghukum siapa pun yang dianggap Beijing melakukan upaya pemisahan diri, subversi, terorisme, atau kolusi dengan pasukan asing. Bahkan ancaman hukuman yang dikenakan bisa seumur hidup di penjara.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Senin menyebut Lai sebagai seorang patriot. Penangkapan itu menunjukkan bahwa Beijing telah menghapus kebebasan Hong Kong dan mengikis hak-hak rakyatnya. (CNA/OL-14)
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
Iran intensifkan GPS spoofing menggunakan teknologi Beidou Tiongkok. Simak dampaknya bagi penerbangan militer AS dan Israel.
Setara Institute sebut penyiraman air keras Andrie Yunus (KontraS) sebagai alarm bahaya bagi demokrasi. Polisi didesak bongkar aktor intelektual serangan
Demokrasi menuntut semua pihak menjunjung tinggi sikap saling menghormati, termasuk ketika terjadi perbedaan pandangan.
Yusril menyatakan bahwa pembela Hak Asasi Manusia (HAM) bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara, sehingga keselamatan mereka harus dijamin oleh hukum.
SERANGAN gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Ayatullah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi Iran telah mengguncang politik global
Perang antara AS-Israel dan Iran yang berlangsung begitu brutal di depan miliaran pasang mata manusia menyisakan pertanyaan yang tak mudah dijawab
Ia menekankan bahwa pelibatan militer seharusnya menjadi langkah terakhir dalam situasi luar biasa ketika aparat penegak hukum tidak lagi mampu menangani ancaman yang muncul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved