Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH kasus virus korona yang tercatat di seluruh dunia melampaui angka 18 juta pada Senin (3/8). Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa dampak pandemi ini akan dirasakan selama beberapa dekade mendatang.
Virus yang menyebabkan covid-19 itu telah menewaskan lebih dari 687.000 orang meninggal dunia sejak pertama kali muncul di Tiongkok akhir tahun lalu. Klaster baru pun telah dilaporkan di negara-negara yang sebelumnya mampu mengendalikan wabah ini.
Hal itu kemudian memaksa otoritas untuk kembali memberlakukan tindakan pembatasan atau lockdown meskipun ada kekhawatiran atas kejatuhan ekonomi lebih lanjut. Negara bagian Victoria di Australia memberlakukan pembatasan baru pada hari Minggu, termasuk jam malam di Melbourne selama 6 minggu ke depan.
Larangan pertemuan, pernikahan, dan perintah agar sekolah dan universitas kembali online diberlakukan beberapa hari mendatang.
"Apa pun yang kurang dari ini (lockdown) akan membuatnya (pendemi) berlarut selama berbulan-bulan," kata Gubernur Victoria Daniel Andrews.
Baca juga : Usai Jenguk Saudara, Paus Benediktus XVI Sakit Parah
Meskipun terkunci, Melbourne terus melaporkan ratusan kasus baru setiap hari dan negara bagian lain di Australia melaporkan nol atau dalam jumlah kecil.
Banyak negara di dunia tengah berjuang wabah wabah yang jauh lebih parah. Otoritas kesehatan di Afrika Selatan menyampaikan, lonjakan kasus diperkirakan terjadi setelah pelonggaran lockdown secara bertahap. Afsel melaporkan bahwa infeksi covid-19 melebihi setengah juta kasus.
Sejauh ini, Afsel merupakan negara yang paling terpukul di Benua Afrika. Namun, Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan tingkat kematian di negara itu lebih rendah daripada rata-rata global.
Adapun, AS kini telah menghitung lebih dari 4,6 juta kasus dan 154.793 kematian yang menjadikannya tertinggi di dunia. Diikuti Brasil dengan 46.600 kasus dan kemudian Meksiko yang telah mengambil alih posisi Inggris untuk menjadi negara ketiga yang paling terpukul.
Amerika Latin dan Karibia pada Minggu melaporkan jumlah korban jiwa di kawasan itu meningkat menjadi lebih dari 200.000. Brazil dan Meksiko berkontribusi mencapai hampir tiga perempat kasus.
Begitu pula dengan Iran yang tengah memerangi wabah paling mematikan di Timur Tengah. Negara Islam itu melaporkan jumlah infeksi satu hari tertinggi dalam hampir sebulan.
Baca juga : Filipina Kembali Lockdown Manila dan Sekitarnya
Dengan infeksi dan kematian yang terus melonjak 6 bulan setelah dinyatakan darurat kesehatan global, WHO pun memperingatkan adanya kemungkinan kelelahan merespon pamdemi.
"WHO terus menilai tingkat risiko global covid-19 menjadi sangat tinggi," kata badan kesehatan PBB itu, seraya menambahkan bahwa dampak pandemi itu "akan dirasakan selama beberapa dekade mendatang."
Pandemi juga telah mendorong perlombaan untuk mengembangkam vaksin. Beberapa negara mendukung penuh bahkan berinvestasi dengan nilai yang fantastis untuk vaksin mereka.
Beberapa perusahaan Tiongkok, AS, Eropa tengag berlomba dan kini memasuki tahap uji klisis. Sementara Rusia menetapkan target pada September untuk meluncurkan profilaksis sendiri.
Namun, pakar penyakit menular AS Anthony Fauci mengatakan, kecil kemungkinan AS akan menggunakan vaksin yang dikembangkan di Tiongkok dan Rusia. Sebagai bagian dari "Operation Warp Speed", pemerintah AS akan membayar raksasa farmasi Sanofi dan GSK hingga USD2,1 miliar untuk pengembangan vaksin covid-19.(AFP/OL-7)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved