Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan (UNESCO), Jumat (10/7), mengatakan Komite Warisan Dunia akan meninjau status Hagia Sophia setelah Presiden Turki Tayyip Erdogan menetapkan bangunan bersejarah itu kembali menjadi masjid.
Erdogan mengumumkan pengembalian status Hagia Sophia tidak lama setelah pengadilan administrasi utama di Turki memutuskan status museum pada bangunan bersejarah itu ilegal.
Sejak 1934 sampai 10 Juli 2020, Hagia Sophia di Kota Istanbul ditetapkan sebagai museum oleh Mustafa Kemal Ataturk, pendiri republik Turki yang berpaham sekuler.
Baca juga: Turki Kembalikan Hagia Sophia Jadi Masjid
UNESCO mengatakan langkah Turki itu memancing pertanyaan mengenai dampak alih fungsi Hagia Sophia terhadap nilai universal yang melampaui batas negara dan generasi di situs bersejarah itu.
Nilai-nilai bersama itu yang menjadikan Hagia Sophia ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Tiap negara perlu memberi tahu UNESCO jika membuat perubahan status pada bangunan situs warisan dunia. Jika diperlukan, Komite Warisan Dunia UNESCO akan meninjau keputusan itu, kata badan PBB untuk pendidikan dan kebudayaan lewat pernyataan tertulis.
"Sungguh disayangkan keputusan Turki tidak melibatkan dialog dan tidak ada pemberitahuan lebih awal," kata UNESCO dalam pernyataan tertulis.
"UNESCO meminta otoritas di Turki untuk membuka dialog secepatnya demi menghindari pudarnya nilai universal pada warisan berharga ini yang pemeliharaannya akan dievaluasi oleh Komite Warisan Dunia pada sesi berikutnya," lanjut badan PBB itu.
Hagia Sophia, salah satu warisan dunia yang ditetapkan UNESCO, merupakan peninggalan Kekaisaran Kristiani Bizantium selama 900 tahun dan Kesultanan Muslim Ottoman selama 500 tahun.
Bangunan bersejarah itu saat ini merupakan destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi di Turki, dan dihormati oleh umat Islam dan Kristiani.
Amerika Serikat, Rusia, Yunani, dan sejumlah petinggi gereja telah meminta Turki untuk mempertahankan status Hagia Sophia jadi museum. (OL-1)
DUNIA pendidikan tengah sakit. Gejalanya bukan hanya kesenjangan dan kualitas yang timpang, melainkan juga kegagalan mendasar: ia tidak lagi relevan dengan denyut nadi kehidupan.
Ketua Badan POM Taruna Ikrar mengatakan, jamu tidak pernah sekadar soal nostalgia. Ia memandang jamu sebagai warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif.
Selama setidaknya 120.000 tahun, reaksi antara lapisan mantel bumi dan air laut di wilayah ini telah menghasilkan semburan hidrogen, metana, dan gas terlarut lainnya.
KANTOR UNESCO di Paris baru saja meluncurkan dokumen 2026 Youth Report ‘Lead with Youth’ sekaligus untuk memperingati International Day of Education
Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sekolah ialah taman belajar milik para siswa, bukan milik guru atau administrator.
Jelajahi Hagia Sophia, ikon Istanbul yang berusia 1.500 tahun. Dari gereja Bizantium hingga masjid Ottoman.
KONFERENSI Gaza ditutup pada Jumat (29/8) di Masjid Hagia Sophia melahirkan Deklarasi Istanbul yang menegaskan dukungan mereka terhadap hak Palestina untuk melawan pendudukan Israel.
Salat Tarawih di Hagia Sophia akan digelar pada Jumat, Sabtu, dan Minggu selama Ramadan dimulai pada pekan ini.
Keputusan Turki untuk mengubah Hagia Sophia, katedral dari era Byzantine, dari museum menjadi masjid memicu kemarahan dari dunia internasional dan menambah ketegangan dengan Yunani.
Erdogan pada Jumat kembali mengubah gereja Chora bersejarah, salah satu bangunan Kekaisaran Bizantium yang paling terkenal di Istanbul, menjadi sebuah masjid.
Lonceng gereja berdentang tanda berkabung di seluruh Yunani pada Jumat ketika Presiden Turki Tayyip Erdogan bergabung untuk melaksanaan salat Jumat di Hagia Sophia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved