Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Serbia membatalkan rencana memberlakukan jam malam covid-19 pada akhir pekan di Beograd setelah dua malam protes intens di ibu kota.
Para pemrotes berkumpul lagi, Kamis (9/7) malam, dengan melakukan aksi duduk di depan Majelis Nasional.
Perdana Menteri Ana Brnabic mengumumkan langkah-langkah yang lebih terbatas, termasuk larangan pertemuan lebih dari 10 orang.
Baca juga: Penduduk Melbourne Dikarantina 6 Minggu
Brnabic mengatakan jam malam membutuhkan keadaan darurat. Sebagai gantinya, ia mengumumkan larangan semua pertemuan yang melibatkan lebih dari 10 orang di dalam atau di luar rumah di ibu kota. Langkah itu bisa memberi polisi lebih banyak alasan untuk membubarkan protes lebih lanjut.
Toko-toko, pub, kelab, restoran, dan ruang-ruang tertutup lainnya di Beograd harus ditutup pada pukul 21:00 waktu setempat mulai Jumat (10/7). Tempat terbuka di kota dapat tetap buka sampai pukul 23:00.
"Penguncian akan menjadi langkah paling efisien ... tetapi kami memutuskan mengambil langkah sementara ini sebagai gantinya," kata Brnabic, seraya menambahkan ia tidak dapat memahami mengapa protes itu terjadi.
Koresponden BBC mengatakan protes sama menyoroti gaya kepemimpinan Presiden Vucic dan sekarang pertanyaannya adalah apakah perubahan aturan tersebut akan cukup untuk mengakhiri kerusuhan.
Presiden Aleksandar Vucic menginginkan jam malam karena meningkatnya infeksi covid-19.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh pihak berwenang melakukan pendekatan yang kasar dan menuntut supaya menahan diri. Lusinan polisi dan pengunjuk rasa terluka.
Para pemrotes berkumpul lagi, Kamis (9/7) malam. Mereka melakukan aksi duduk di depan Majelis Nasional.
Mereka mengatakan ingin membedakan diri dari kelompok-kelompok yang menyulut kekerasan yang memulai bentrokan pada malam sebelumnya. Presiden Vucic menyalahkan kaum nasionalis sayap kanan karena telah menimbulkan masalah pada kesempatan itu.
Malam pertama protes dimulai dengan damai di luar Majelis Nasional pada Selasa (7/7) malam tetapi kemudian berubah menjadi kekerasan. Kerumunan masuk ke gedung, mendorong polisi untuk campur tangan.
Ribuan orang melakukan protes pada malam kedua Rabu (8/7) malam, menyalahkan pemerintah atas lonjakan infeksi. Protes dilaporkan di kota-kota lain termasuk Nis dan Novi Sad.
Video yang beredar menunjukkan polisi memukuli tiga pria di bangku dan wartawan juga terjebak dalam kekerasan. Seorang petugas polisi dilaporkan mengalami patah kedua kaki.
Komisioner hak asasi manusia Dewan Eropa, Dunja Mijatovic, mengatakan pembubaran demonstran yang keras oleh polisi menimbulkan keprihatinan serius terhadap hak asasi manusia.
Amnesty International menambahkan "penggunaan kekuatan yang tidak proporsional" tidak dibenarkan.
"Gambar-gambar polisi Serbia yang menembakkan gas air mata dan granat kejut tanpa pandang bulu ke kerumunan, dan para pemrotes dan pengamat dipukuli oleh polisi dengan peralatan antihuru-hara, menimbulkan keprihatinan serius," kata peneliti Amnesty di Balkan, Jelena Sesar. (BBC/OL-1)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Hasil drawing play-off 16 besar Liga Europa 2025/2026. Nottingham Forest vs Fenerbahce, Bologna vs Brann. Bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk (Lille) akan melawan Crvena Zvezda.
Satu orang terluka dalam penembakan di kamp pro-pemerintah Serbia. Presiden Aleksandar Vucic menyebut insiden itu sebagai serangan teroris.
Polisi Serbia menuduh para tersangka menghasut kebencian di Prancis dan Jerman, dan menyebutkan keterlibatan dinas intelijen asing, kata pihak berwenang.
Bentrok antar kelompok pro dan anti-pemerintahan pecah di Serbia. Polisi mengamankan puluhan orang.
Film ini membongkar tragedi ilmiah yang terjadi di Institut Nuklir Vinca, Yugoslavia, tahun 1958. Ketika itu sekelompok ilmuwan terkena paparan radiasi mematikan dalam proyek rahasia negara.
Presiden Serbia Aleksandar Vucic memutuskan untuk menghentikan penjualan amunisi ke Israel. Langkah itu dilakukan menyusul semakin panasnya konflik Iran vs Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved