Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan masih tidak pasti bahwa para ilmuwan akan bisa membuat vaksin yang efektif melawan virus korona yang telah menyebabkan pandemi covid-19. Akan tetapi penemuan vaksin itu bisa memakan waktu satu tahun.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jika vaksin seperti itu menjadi kenyataan, itu harus menjadi barang publik yang tersedia untuk semua.
Hal itu disampaikannya saat berbicara kepada para wakil dari Komite Kesehatan Parlemen Eropa melalui konferensi video.
"Akan sangat sulit untuk mengatakan dengan pasti bahwa kita akan memiliki vaksin," kata Tedros, Kamis (25/6).
"Kami tidak pernah memiliki vaksin untuk virus korona. Ketika itu ditemukan, berharap itu akan ditemukan, itu akan menjadi yang pertama," katanya.
Baca juga: Alami Gejala Ringan, Menkeu Meksiko Positif Covid-19
Dia mengatakan WHO sudah memiliki lebih dari 100 kandidat untuk vaksin yang salah satunya berada pada tahap pengembangan lanjutan.
"Berharap akan ada vaksin, perkiraannya kita mungkin akan memiliki vaksin dalam waktu satu tahun. Jika dipercepat, bisa jadi bahkan kurang dari itu, tetapi dalam beberapa bulan. Itulah yang dikatakan para ilmuwan," katanya. (CNA/A-2)
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved