Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Palestina Menentang Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat

Haufan Hasyim Salengke
04/6/2020 19:05
Palestina Menentang Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat
Rakyat Palestina memakai masker mengadakan protes di kota Nablus, Tepi Barat atas rencana aneksasi Israel (2/6/2020)(AFP/JAAFAR ASHTIYEH)

Ratusan rakyat Palestina, Rabu (3/6) mengadakan protes di kota Nablus, Tepi Barat. Mereka menolak rencana Israel yang akan mencaplok tanah Palestina, lapor kantor berita Xinhua.

Para pengunjuk rasa menyerukan konsolidasi pertahanan rakyat di tanah mereka dan eskalasi perlawanan rakyat, sambil mengangkat bendera dan slogan-slogan menentang aneksasi tanah Palestina.

"Meningkatnya perlawanan rakyat dengan segala cara di semua lini adalah tanggapan yang tepat terhadap rencana Israel," kata sekretaris partai Fatah di Nablus, Jihad Ramadhan. Ia juga mendesak Hamas untuk mengakhiri divisi internal.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Selasa malam, memimpin rapat untuk komite krisis yang bertugas menindaklanjuti kemungkinan rencana aneksasi Israel dan rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, yang lebih dikenal sebagai Kesepakatan Abad Ini.

Baca juga: Singapura belum Bebas Covid-19, Muncul 517 Kasus Baru

Setelah pertemuan itu, wakil ketua Fatah, Mahmoud al-Aloul mengatakan kepada wartawan keputusan kepemimpinan untuk melepaskan diri dari semua perjanjian dan kesepahaman dengan Israel dan Amerika Serikat adalah final dan tidak akan ditarik kembali selama Israel terus maju dengan implementasi Kesepakatan Abad Ini.

Para pengamat mengatakan kemungkinan deklarasi oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang penerapan hukum Israel pada permukiman Tepi Barat dan mencaplok wilayah-wilayah Palestina pada Juli akan menyulut kekerasan dan kerusuhan.

Radio publik Israel melaporkan kepala badan keamanan dan militer Israel akan mengadakan pertemuan untuk membahas skenario setelah deklarasi aneksasi Netanyahu. (Bernama/OL-14)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bude
Berita Lainnya