Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN keamanan Afghanistan menangkap tiga anggota senior Islamic State (IS) Asia Selatan termasuk pemimpin regional kelompok militan tersebut, kata pemerintah.
Direktorat Jenderal Keamanan Nasional (NDS) dan Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan, kepala IS Asia Selatan, Abu Omar Khorasani, ditangkap di Kabul bersama dengan kepala mata-mata dan pejabat hubungan masyarakat IS.
"NDS akan melanjutkan operasinya yang komprehensif dan ditargetkan untuk memburu para pemimpin senior kelompok-kelompok teroris regional dan menghancurkan pusat bersama dari jaringan-jaringan teroris ini," kata pernyataan itu.
IS Asia Selatan terutama berfokus pada kehadiran kecil di Afghanistan, sebagian besar di utara, meskipun telah melakukan serangan profil tinggi lebih jauh ke selatan di ibu kota.
Pasukan keamanan Afghanistan menangkap delapan anggota jaringan IS dan gerilyawan Haqqani yang bertanggung jawab atas serangan berdarah di ibu kota termasuk pada jemaah Sikh, kata badan keamanan negara itu Rabu lalu.
Kekerasan yang sedang berlangsung menggarisbawahi tantangan untuk mengamankan perdamaian abadi di Afghanistan setelah Amerika Serikat menandatangani perjanjian penarikan pasukan dengan gerilyawan Taliban pada Februari.
Taliban, yang mengatakan menentang IS dan telah memerangi kelompok itu, telah menyetop serangan besar-besaran terhadap pasukan asing atau di pusat-pusat utama, meskipun terus menyerang pasukan keamanan Afghanistan di seluruh provinsi.
Baca juga: Burundi Usir Pejabat WHO Koordinator Respons Covid-19
Pada Senin lalu, ada empat ledakan di tepi jalan di ibu kota yang melukai empat warga sipil, termasuk seorang anak, menurut polisi Kabul. Tidak ada grup yang langsung mengaku bertanggung jawab.
Bentrokan di provinsi timur Laghman antara pasukan keamanan dan Taliban menewaskan enam anggota pasukan keamanan dan melukai lima lainnya, menurut Haroon Yousufzai, seorang juru bicara militer setempat. Kementerian Pertahanan mengatakan Taliban juga menderita banyak korban.
Pemerintah Afghanistan dan kekuatan asing termasuk Amerika Serikat telah menyerukan mereka untuk mengurangi kekerasan, dengan mengatakan hal itu menghambat kemajuan menuju pembicaraan damai formal. (Ahramonline/A-2)
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
MILITER Pakistan mengeklaim menewaskan sedikitnya 70 militan dalam serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan pada Minggu (22/2) pagi.
PAKISTAN kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih memburu militan.
SERANGAN udara Pakistan ke wilayah Afghanistan kembali memicu ketegangan di perbatasan. Islamabad menyebut operasi itu menyasar kamp militan
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
Dua pemuda asal Pennsylvania ditangkap setelah melempar bom rakitan (IED) berisi paku dan baut saat protes di New York. Tersangka mengaku terinspirasi ISIS.
Ketegangan protes di depan kediaman Wali Kota NYC Zohran Mamdani berujung pada pelemparan bom rakitan. Dua pria ditangkap dan mengaku terinspirasi ISIS.
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
KELOMPOK militan ISIS mengeklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri pada Jumat (6/2) di satu masjid Syiah, pinggiran Islamabad.
PERDANA Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan bom bunuh diri yang mengguncang masjid Syiah di Islamabad pada Jumat (6/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved