Sabtu 16 Mei 2020, 09:45 WIB

​​​​​​​Burundi Usir Pejabat WHO Koordinator Respons Covid-19

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
​​​​​​​Burundi Usir Pejabat WHO Koordinator Respons Covid-19

AFP/TCHANDROU NITANGA
Staf medis dari rumah sakit setempat menghadiri dengan para pendukung partai yang berkuasa pada kampanye Pemilu Presiden 24 April lalu.

 

BURUNDI telah memerintahkan perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) utama negara itu dan tiga ahli lainnya yang mengoordinasi respons virus korona baru (covid-19) untuk meninggalkan negara itu.

Para pejabat yang diusir termasuk perwakilan WHO Dr Walter Kazadi Mulombo, koordinator virus korona negara itu Dr Jean Pierre Mulunda Nkata, kepala penyakit menular Dr Ruhana Mirindi Bisimwa, dan seorang ahli laboratorium pengujian covid-19, Profesor Daniel Tarzy.

Dalam sebuah surat tertanggal 12 Mei dan ditujukan ke kantor pusat WHO di Afrika, kementerian luar negeri mengatakan keempat pejabat itu dinyatakan sebagai persona non grata dan karena itu harus meninggalkan wilayah Burundi pada Jumat (15/5).

"Ini adalah seluruh tim WHO yang bertanggung jawab dalam mendukung Burundi dalam respons terhadap covid-19," kata seorang pejabat Burundi kepada kantor berita AFP, yang berbicara dengan syarat anonim.

"Mereka diusir dan menteri kesehatan sepenuhnya mengeluarkan WHO, menuduhnya campur tangan yang tidak dapat diterima dalam managemen virus korona."

Baca juga: Kasus Covid-19 Filipina Capai 12.000, Brasil Lampaui 200.000

Di surat itu tidak dicantumkan alasan atas keputusan tersebut. Sumber-sumber diplomatik dan administrasi mengatakan kepada AFP Kementerian Luar Negeri membatalkan upaya serupa untuk mengusir empat pejabat yang sama sebulan lalu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika telah menggambarkan langkah itu sebagai ‘tidak menguntungkan’ pada saat diperlukan kerja sama yang lebih besar untuk mengatasi penyebaran virus korona baru di benua itu.

"Kami sangat membutuhkan keahlian teknis sebagai benua, yang memiliki sistem kesehatan yang sangat lemah dan infrastruktur yang rapuh," kata direktur CDC Afrika John Nkengasong kepada wartawan.

Pengumuman itu datang hanya beberapa hari sebelum warga Burundi memberikan hak suara mereka pada 20 Mei dalam pemilihan umum presiden, anggota parlemen, dan pejabat lokal.

Negara yang berpenduduk sekitar 11 juta orang itu secara resmi telah mencatat 27 kasus dan satu kematian akibat covid-19.

Tetapi respons pencegahan terhadap penyakit dan pengujian yang rendah memicu kekhawatiran tingkat wabah sebenarnya tidak diketahui. (AFP/Al Jazeera/A-2)

Baca Juga

AFP

Thai Airways Restrukturisasi lewat Pengadilan

👤MI 🕔Kamis 04 Juni 2020, 01:40 WIB
MASKAPAI penerbangan Thai Airways International selangkah lebih dekat untuk melakukan restrukturisasi melalui pengadilan...
DOK MI

Ratusan Petugas Kesehatan di Nigeria Terinfeksi Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 04 Juni 2020, 01:20 WIB
Jumlah kasus covid-19 yang dikonfirmasi di negara ini telah mencapai 10.819. Dari jumlah tersebut, terdapat 314 kematian dan 3.240...
AFP

Kematian Akibat Covid-19 di Brasil 30.000 Orang

👤MI 🕔Kamis 04 Juni 2020, 01:15 WIB
JUMLAH kematian akibat covid-19 di Brasil pada Selasa (2/6) melampaui 30.000 orang. Angka yang dirilis Kementerian Kesehatan Brasil...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya