Senin 11 Mei 2020, 07:42 WIB

Inggris Kendorkan Lockdown Mulai Rabu

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Inggris Kendorkan Lockdown Mulai Rabu

AFP/Adrian DENNIS
Sebuah keluarga di London sedang menyimak pidato PM Inggris Boris Johnson yang akan melonggarkan lockdown mulai Rabu (13/5/2020).

 

PERDANA Menteri Boris Johnson telah meluncurkan rencana kondisional untuk melonggarkan beberapa tindakan penguncian (lockdown), yang memungkinkan orang-orang di Inggris menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah mulai Rabu (13/5). Namun sebagian besar langkah-langkah pembatasan yang diberlakukan tujuh pekan lalu akan tetap berlaku setidaknya sampai 1 Juni. Johnson juga menegaskan denda pelanggaran lockdown akan meningkat.

"Ini bukan saatnya benar-benar untuk mengakhiri lockdown minggu ini," ujarnya dalam pidato yang disiarkan televise, Minggu (10/5). "Alih-alih, kita mengambil langkah hati-hati pertama untuk memodifikasi regulasi kita."

Mulai Rabu masyarakat Inggris akan diizinkan untuk melakukan olahraga luar ruang dalam waktu yang tidak terbatas selama mereka mematuhi pedoman jarak sosial.

"Anda dapat duduk di bawah sinar matahari di taman lokal Anda, Anda dapat berkendara ke tujuan lain, Anda bahkan dapat bermain olahraga tetapi hanya dengan anggota rumah tangga Anda sendiri," kata Johnson.

Johnson juga mengatakan orang-orang yang tidak bisa bekerja dari rumah semestinya kembali ke tempat kerja tetapi dimintta untuk menghindari transportasi umum. 

Dia mengatakan Sistem Peringatan Covid baru dengan lima level akan mengatur seberapa cepat pembatasan lockdown dapat dilonggarkan. Dia berharap langkah selanjutnya paling cepat pada 1 Juni para siswa sekolah dasar Inggris sudah bisa kembali ke sekolah.

Dalam pidatonya kepada negara, Johnson mengatakan tahap ini juga akan memasukkan pembukaan kembali toko-toko--tetapi ia mengingatkan ini hanya bisa terjadi jika didukung oleh sains. Langkah selanjutnya yaitu sejumlah bisnis perhotelan dan tempat umum lainnya dibuka kembali, namun tidak akan lebih cepat dari 1 Juli. Dia mengatakan langkah-langkah ini merupakan bagian dari sketsa pertama roadmap untuk membuka kembali masyarakat.

baca juga: Pasien Sembuh karena Terapi Plasma

Johnson mengindikasikan pembatasan dapat diterapkan kembali, termasuk secara lokal, jika terjadi lonjakan kasus covid-19. 

"Kita telah melalui puncak awal tetapi waktu turun gunung seringkali lebih berbahaya," tambahnya.

Inggris telah mengalami hampir 32.000 kematian akibat wabah infeksi virus korona jumlah kematian kumulatif terburuk di Eropa  dan nomor dua setelah Amerika Serikat. (OL-3)
 

Baca Juga

 Adam TAYLOR / PRIME MINISTER OFFICE AUSTRALIA / AFP

Australia Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19, Pfizer-BioNTech

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:31 WIB
Regulator kesehatan Australia merupakan salah satu yang pertama di dunia dalam menyelesaikan persetujuan secara komprehensif untuk vaksin...
AFP

Ribuan Warga Brasil Demo Minta Presiden Dimakzulkan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:46 WIB
RIBUAN warga Brasil turun ke jalan dengan mobil mereka untuk menuntut pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro atas penanganan pandemi covid-19...
Dok. Istimewa

ASN Kemenkum dan HAM Kalbar Diingatkan untuk Jaga Integritas

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 13:16 WIB
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar, serta pada UPT...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya