Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Jurnalis yang Menghilang di Wuhan Muncul Kembali

Haufan Hasyim Salengke
23/4/2020 21:15
Jurnalis yang Menghilang di Wuhan Muncul Kembali
Jurnalis Tiongkok Li Zehua(Youtube)

SEORANG jurnalis Tiongkok yang dikejar dan kemudian ditahan di Wuhan--pusat penyebaran virus negara itu--telah muncul kembali setelah hampir dua bulan.

Li Zehua menyiarkan pengejaran dan penahanannya oleh polisi pada 26 Februari, dan sejak itu tidak terlihat di depan umum.

Pada Rabu dia menerbitkan sebuah video yang mengatakan dia menghabiskan dua minggu di ‘karantina’ di Wuhan, menyusul lebih banyak karantina di kota asalnya.

Dia diberitahu karantina diperlukan karena dia berkunjung ke ‘daerah sensitif’.

Baca juga: Media AS Kecam Langkah Tiongkok Usir Wartawan

Li Zehua adalah citizen journalist yang pergi ke Wuhan pada Februari, setelah jurnalis lain, Chen Qiushi, hilang. Dalam video pertamanya dari Wuhan ia menjelaskan mengapa mereka ada di sana.

"Sebelum saya memasuki Wuhan, seorang teman yang bekerja di media arus utama Tiongkok memberi tahu saya ... semua berita buruk tentang epidemi telah ditarik oleh pemerintah pusat.

"Media lokal hanya dapat melaporkan kabar baik tentang pemulihan pasien dan sebagainya. Tentu saja, tetap tidak pasti apakah itu benar, karena ini hanya apa yang saya dengar dari teman-teman saya," ujarnya.

Berita-berita yang dia buat termasuk dugaan menutup-nutupi infeksi, dan krematorium yang sibuk. Videonya ditonton jutaan kali di platform Tiongkok, YouTube, dan Twitter.

Dalam video baru itu, Li Zehua, yang diperkirakan berusia 25 tahun, mengatakan ia sedang mengemudi di Wuhan ketika orang-orang di mobil lain menyuruhnya berhenti.

Alih-alih berhenti, dia meningkatkan laju kendaraannya, mengatakan dia ‘bingung’ dan ‘takut’. Ia dikejar dan berkendara sejauh 30 km, dengan sebagian perjalanan diunggah ke YouTube dengan judul "SOS".

Dia tiba di akomodasi dan mulai melakukan siaran langsung sebelum ‘beberapa’ orang berseragam polisi atau keamanan mengetuk pintu yang dekat kamarnya.

Dia mematikan lampu dan duduk diam sementara para petugas mengetuk pintu lain, dan akhirnya sampai ke kamarnya. Dia mengabaikan mereka tetapi tiga jam kemudian mereka mengetuk lagi.

Dia membuka pintu dan dibawa ke kantor polisi, tempat dia diambil sidik jari dan sampel darah, sebelum dibawa ke ‘ruang interogasi’. (BBC/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya