Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) memblokade pengadopsian pernyataan Dewan Keamanan PBB, Jumat (6/3), yang mendukung gencatan senjata Suriah yang ditengahi Rusia dan Turki. Hal itu diungkapkan para diplomat menyusul pertemuan tertutup.
"Ini terlalu dini," kata Amerika Serikat saat menolak pernyataan duta besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia yang meminta 14 negara anggota lainnya untuk setuju, menurut para diplomat.
Provinsi Idlib yang dilanda gempuran intensif oleh rezim Suriah yang didukung Rusia relatif tenang pada Jumat (6/3) langitnya bebas dari pesawat tempur untuk hari pertama dalam beberapa bulan.
Hal itu setelah kesepakatan gencatan senjata yang dicapai Presiden Recep Tayyip Erdogan dan timpalannya dari Rusia Vladimir Putin.
"Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana cara kerja gencatan senjata dalam praktiknya, siapa yang akan memantaunya, apa yang terjadi di sebelah barat Aleppo dan secara kritis pemerintah Suriah secara resmi apakah telah menekennya?" kata Duta Besar Inggris Karen Pierce.
Baca juga: Konflik di Idlib Mereda setelah Gencatan Senjata
Rekannya dari Jerman, Christoph Heusgen, menggemakan sentimen tersebut, dengan menyatakan, "Kita harus melihat apakah ini akan berhasil."
"Kami prihatin dengan jutaan orang yang menderita di sana dan kami (ingin) melihat gencatan senjata ini mengarah ke semacam zona aman tempat orang dapat kembali dan mereka dapat bertahan hidup," tambahnya.
Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan pada Jumat (6/3) bahwa ia senang dengan gencatan senjata selama panggilan telepon dengan Putin.
Menurut para diplomat, Moskow mengisyaratkan mereka dapat menentang pengesahan perjanjian perdamaian AS-Taliban di Dewan Keamanan menyusul oposisi AS terhadap gencatan senjata Rusia-Turki.
Konflik Suriah, yang akan memasuki tahun ke-10, telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan mengakibatkan setengah dari populasi negara itu mengungsi.
Turki sejauh ini menjadi negara terbanyak yang menampung pengungsi Suriah. (AFP/OL-1)
Menlu Sugiono menegaskan menjaga kepentingan nasional harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah kebijakan luar negeri Indonesia.
Menlu Sugiono menegaskan Indonesia akan terus mendorong terciptanya perdamaian serta stabilitas internasional melalui jalur diplomasi dan penguatan kerja sama global.
AMERIKA Serikat keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Kamis 22 Januari 2026. Keputusan ini berdasarkan Keputusan Presiden bernomor 14155 yang dirilis pada 20 Januari 2025.
PEMERINTAH Indonesia resmi menyatakan bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
HARGA bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis US$90.000 pada perdagangan Rabu (21/1), seiring meningkatnya tensi geopolitik dan aksi jual di pasar aset berisiko.
INTERAKSI Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencuri perhatian dalam penandatanganan Board of Peace Charter di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Jet tempur Jepang cegat pengebom nuklir Rusia Tu-95MS di Laut Jepang. Ketegangan meningkat di tengah sengketa Kepulauan Kuril dan penguatan aliansi militer AS-Jepang.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved