Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Partai Demokrat di DPR Amerika Serikat (AS) menetapkan pemungutan suara bersejarah untuk pemakzulan Presiden Donald Trump akan dilangsungkan pada hari ini, Rabu (18/17).
Para anggota DPR AS akan memberikan suara mereka terhadap dua pasal pemakzulan Trump yakni tuduhan menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi Kongres atas urusannya dengan Ukraina.
"Besok, DPR AS akan menjalankan salah satu kekuatan paling serius yang diberikan kepada kami oleh Konstitusi sebagaimana kami memilih untuk menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden AS," terang Ketua DPR AS Nancy Pelosi dalam sebuah surat kepada rekan-rekan Partai Demokrat-nya, Selasa (17/12) kemarin.
"Selama momen yang penuh doa ini dalam sejarah bangsa kita, kita harus menghormati sumpah kita untuk mendukung dan mempertahankan konstitusi kita dari semua musuh, asing dan domestik," tambahnya.
Baca juga: Marah Besar, Trump Tuduh Demokrat Rusak Demokrasi
Demokrat yang memegang 233 kursi di DPR AS bersiap untuk bersatu dalam pemungutan suara terhadap dakwaan pemakzulan resmi Trump pada Rabu (18/12).
Saat ini, hanya dua anggota parlemen Demokrat yang diperkirakan akan memilih menentang pemakzulan Trump. Sementara Partai Republik yang bersatu mendukung Trump, hanya memiliki 197 kursi di tubuh parlemen.
Beberapa anggota Demokrat yang relatif konservatif, yang khawatir kalah pada pemilu tahun depan karena bersikap anti-Trump pun akhirnya menyatakan mendukung pemakzulan Trump yang dipimpin Pelosi.
Sebelumnya, Komite Peraturan DPR AS telah menetapkan prosedur pemungutan suara dan syarat-syarat debat di DPR AS mengenai pasal-pasal pemakzulan Trump pada Selasa (17/12) kemarin.
Adapun Trump dalam surat setebal enam halaman yang mengungkapkan kemarahannya, menuding Pelosi berusaha memakzulan dirinya dengan melakukan upaya ‘kudeta’ yang ‘merusak demokrasi AS’.
Dalam surat itu, Trump mengatakan kepada Pelosi bahwa, “Sejarah akan menghakimi Anda dengan kejam."
Pasal pertama pemakzulan Trump menuduhnya menyalahgunakan kekuasaan karena membekukan US$391 juta bantuan militer Ukraina. Demokrat menyebut Trump pembekuan bantuan militer tersebut terkait dengan permintannya terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar bersedia menyelidiki Joe Biden, calon rivalnya di Pilpres AS 2020. Sementara pasal kedua, menuduhnya menghalang-halangi Kongres karena menolak untuk bekerja sama dengan penyelidikan.
Trump akan menjadi presiden AS ketiga dalam sejarah yang dimakzulkan setelah Andrew Johnson pada 1868 dan Bill Clinton pada 1998.
Jika Trump berhasil dimakzulkan DPR AS, ia selanjutnya akan diadili Senat AS. Namun melihat situasi Senat yang dikuasai kubu Republik, agaknya akan sulit menggulingkan Trump dari kursi Presiden AS. (AFP/OL-2)
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
Di tengah ketegangan dengan AS terkait Greenland dan tarif dagang, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan runtuhnya tatanan dunia di Konferensi Keamanan Munich.
Perseteruan memanas, pemerintahan Trump resmi menggugat Harvard atas dugaan penghambatan investigasi hak sipil terkait proses penerimaan mahasiswa.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
PERWAKILAN Demokrat Al Green dari Texas mengatakan ia baru saja mengajukan Pasal-Pasal Pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump atas dugaan ancaman pembersihan etnis di Gaza.
EKS Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terbang tetap membantah bersalah dalam kasus yang jika terbukti dapat membuatnya dipenjara puluhan tahun.
Otoritas federal AS dan Kepolisian Capitol memperingatkan bahwa orang-orang yang terkait dengan kelompok milisi telah membahas serangan 4 Maret kepada Partai Demokrat.
Pimpinan minoritas Senat AS dari Partai Republik Mitch McConnell menyampaikan teguran pedas terhadap Donald Trump pada Sabtu (13/2), meskipun memberikan suara membebaskan Trump.
Donald Trump selamat dari persidangan pemakzulan kedua pada Sabtu (13/2). Senat AS membebaskannya atas tuduhan penghasutan penyerangan Gedung Capitol AS.
Tindakan Trump tidak melanggar hukum karena sesuai dengan Amandemen Pertama Konstitusi AS yang menjamin hak untuk kebebasan berbicara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved