Rabu 18 Desember 2019, 07:59 WIB

Marah Besar, Trump Tuduh Demokrat Rusak Demokrasi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Marah Besar, Trump Tuduh Demokrat Rusak Demokrasi

AFP/Brendan Smialowski
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (17/12), menuding pemimpin oposisi Demokrat di Kongres yang berusaha memakzulan dirinya melakukan upaya ‘kudeta’ yang ‘merusak demokrasi AS’.

Dalam surat yang bernada keras setebal lima halaman, Trump mengatakan kepada Ketua DPR AS Nancy Pelosi bahwa, “Sejarah akan menghakimi Anda dengan kejam."

Mengacu pada kesalahan peradilan yang terkenal dalam sejarah AS abad ke-17, Trump mengatakan ia diberi hak yang lebih sedikit daripada mereka yang diadili dalam ‘Salem Witch Trials’.

Salem Witch Trial adalah peristiwa saat lebih dari 150 penduduk kota ditangkap, diadili, dan dihukum hanya karena dianggap mempraktikkan ilmu sihir.

Penangkapan dilakukan di banyak kota di luar Salem dan Desa Salem (sekarang dikenal sebagai Danvers), terutama Andover dan Topsfield.

Baca juga: Terancam Dimakzulkan, Popularitas Trump Malah Meningkat

DPR yang dipimpin Demokrat diperkirakan akan memakzulkan Trump atas tuduhan penyalahgunaan jabatan dalam pemungutan suara, Rabu (18/12).

Trump dituduh menyalahgunakan kekuasaannya untuk memaksa Ukraina membuka penyelidikan untuk merusak citra salah satu saingannya dalam Pemilu AS 2020, Joe Biden.

Dia juga dituduh menghalangi kerja Kongres dengan menolak bekerja sama dengan penyelidikan pemakzulan, menghalangi staf untuk bersaksi, dan menahan bukti dokumenter.

Dalam sambutannya kepada wartawan di Oval Office, Trump menolak dia telah melakukan kesalahan.

"Tuduhan-tuduhan ini benar-benar palsu," serunya.

Dalam surat yang diakhiri dengan tanda tangannya, Trump menuduh Pelosi sebagai pelakunya.

"Kamu adalah orang-orang yang ikut campur dalam pemilu AS. Kamu adalah orang-orang yang merongrong Demokrasi AS. Kamu adalah orang-orang yang menghambat keadilan. Kamu adalah orang-orang yang membawa rasa sakit dan penderitaan bagi republik kita demi keuntungan pribadi, politik, dan partisan," kecam Trump.

"Ini tidak lebih dari upaya kudeta yang ilegal dan partisan, yang berdasarkan sentimen baru-baru ini, akan berakhir dengan kegagalan total di tempat pemungutan suara," tandasnya. (AFP/OL-2)

Baca Juga

AFP

Jepang Akan Cabut Sebagian Status Darurat Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 26 Februari 2021, 17:59 WIB
Wilayah Tokyo yang lebih luas, kata laporan tersebut, akan tetap di bawah tindakan tersebut ketika laju penurunan infeksi baru telah...
AFP/Sai Aung Main

Pegawai Negeri Myanmar Tolak Bekerja untuk Junta Militer

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 26 Februari 2021, 14:25 WIB
Rumah sakit umum sepi, kantor pemerintah dibiarkan gelap dan kereta tidak beroperasi. Myanmar seperti kota mati sekarang...
AFP

Uni Eropa Perpanjang Sanksi Terhadap Rezim Belarus

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 26 Februari 2021, 13:21 WIB
Keputusan Uni Eropa menyusul tindakan keras Belarus di bawah kepemimpinan Alexander Lukashenko, terhadap warga yang melakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya