Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Trump Gelontorkan Rp168,71 Triliun untuk Board of Peace

Dhika Kusuma Winata
20/2/2026 13:37
Trump Gelontorkan Rp168,71 Triliun untuk Board of Peace
Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) bersalaman dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Serikat,(Sekretariat Kabinet)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menjanjikan kontribusi sebesar US$10 miliar atau Rp168,71 triliun untuk Board of Peace (BoP) pada pertemuan perdana di Washington, Kamis (19/2) waktu setempat. Dalam forum tersebut, sejumlah negara turut menyatakan komitmen pendanaan dan pengiriman pasukan untuk mendukung stabilisasi Gaza.

Trump memimpin langsung pertemuan perdana BoP di gedung bekas US Institute of Peace. Dengan mengetukkan palu sidang, ia menyapa para pemimpin dan pejabat yang hadir yang sebagian besar berasal dari negara-negara non-Barat.

“Kita akan membantu Gaza. Kita akan membenahinya. Kita akan membuatnya berhasil,” ujar Trump sambil mengangkat dokumen berisi komitmen pendanaan.

“Kita akan menjadikannya damai, dan kita akan melakukan hal seperti itu di tempat-tempat lain. Tempat-tempat lain akan muncul, berbagai hal akan terjadi," tambahnya.

Trump menyatakan AS akan menyumbang US$10 miliar untuk BoP. Selain AS, ada Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang juga masing-masing menjanjikan sedikitnya kontribusi US$1 miliar atau Rp16,87 triliun. 

Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, total komitmen dana yang terkumpul telah melampaui US$6,5 miliar di luar janji kontribusi dari AS.

Pembentukan BoP merupakan tindak lanjut dari gencatan senjata yang dinegosiasikan pemerintahan Trump bersama Qatar dan Mesir pada Oktober lalu. Tahap lanjutan rencana tersebut mencakup pelucutan senjata Hamas.

Isu demiliterisasi menjadi poin krusial dalam agenda pertemuan. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar yang hadir dalam forum itu menegaskan tuntutan negaranya untuk pelucutan senjata Hamas dan proses deradikalisasi di Gaza.

Di sisi lain, Maroko untuk pertama kalinya menyatakan kesiapan mengirim pasukan ke International Stabilization Force (ISF) yang tengah dibentuk. Selain itu, ada Kosovo, Albania, dan Kazakhstan, juga akan mengirim.

Adapun Indonesia sebagai negara pertama yang menyatakan komitmen pasukan untuk ISF dipilih mengemban peran sebagai wakil komandan.

Sementara itu, Nickolay Mladenov, diplomat Bulgaria yang ditunjuk AS sebagai perwakilan tinggi untuk Gaza, mengumumkan dimulainya rekrutmen kepolisian baru di Gaza. Dalam beberapa jam pertama, tercatat 2.000 pelamar mendaftar.

Kehadiran negara-negara Barat relatif terbatas dalam pertemuan perdana BoP. Inggris dan Jerman hanya mengirim duta besar mereka sebagai pengamat sedangkan Kanada dan Prancis tidak menghadiri pertemuan tersebut.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot bahkan mengkritik Komisi Eropa yang hadir sebagai pengamat tanpa mandat resmi.

Di tengah klaim kemajuan diplomasi, situasi di lapangan masih rapuh. Kementerian Kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 601 orang tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya