Jumat 06 Desember 2019, 17:15 WIB

DPR AS Siapkan Pasal Pemakzulan Trump

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
DPR AS Siapkan Pasal Pemakzulan Trump

AFP
Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi

 

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, Nancy Pelosi, Kamis (5/12), mengatakan dia telah menginstruksikan Komite Kehakiman Dewan untuk menyusun pasal-pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.

Kasus pemkazulan yang mengancam kekuasaan Trump terkait upayanya menekan Ukraina untuk menyelidiki saingan politiknya.

"Fakta-faktanya tidak dapat dibantah. Presiden menyalahgunakan kekuasaannya untuk keuntungan politik pribadinya sendiri dengan mengorbankan keamanan nasional kita dengan menahan bantuan militer dan (sebuah) pertemuan Oval Office yang penting sebagai imbalan atas pengumuman investigasi terhadap saingan politiknya," ujar Pelosi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi.

"Dengan amat sayang, tetapi dengan keyakinan dan kerendahan hati, dengan kesetiaan kepada pendiri bangsa kami dan hati kami yang penuh cinta kepada Amerika, hari ini saya meminta ketua kami untuk melanjutkan untuk menyusun pasal-pasal pemakzulan," imbuhnya, merujuk pada Ketua Komite Kehakiman Dewan Jerrold Nadler.

"Presiden tidak memberi kita pilihan untuk bertindak," kata dia lagi.

Pelosi membuat pernyataan sehari setelah Komite Kehakiman mengadakan dengar pendapat. Tiga ahli hukum konstitusional yang diminta Demokrat, mengatakan Trump telah terlibat dalam perilaku yang mewakili pelanggaran yang bisa terkena pemakzulan berdasarkan Konstitusi.

Adapun ahli keempat, yang dipanggil oleh politisi Republik, menyebut penyelidikan pemakzulan yang dipimpin Demokrat tergesa-gesa dan cacat.

Trump, yang telah membantah telah melakukan kesalahan dan menyebut penyelidikan pemakzulan sebagai tipuan, menjawab dalam cuitan. Ia mengatakan upaya ini berarti tindakan pemakzulan jarang digunakan untuk menyerang Presiden masa depan.

"Itulah yang sekarang ada di pikiran para Pendiri kita. Hal baiknya adalah Partai Republik semakin bersatu. Kami akan menang!"

Sedangkan Sekretaris Pers Gedung Putih Stephanie Grisham di Twitter mengatakan Pelosi dan Demokrat harusnya malu.

"Trump tidak melakukan apa-apa selain memimpin negara kita, menghasilkan ekonomi yang booming, lebih banyak pekerjaan tercipta dan militer yang lebih kuat, itu hanya beberapa dari sejumlah pencapaian utamanya. Kami menantikan pengadilan yang adil di Senat."

Komite Intelijen DPR pekan ini mengajukan temuan dari penyelidikannya mengenai dorongan Trump bagi Ukraina untuk meluncurkan penyelidikan terkait mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pesaing utama untuk nominasi presiden dari Partai Demokrat 2020. (AFP/Al Jazeera/X-12)

Baca Juga

AFP/Charly Triballeau

Wah, Semua Warga Jepang Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:45 WIB
Pemerintah Jepang siap menanggung biaya vaksinasi covid-19 untuk 126 juta penduduk. Kebijakan itu tertuang dalam undang-undang yang baru...
AFP

Biden tidak Segera Hapus Perjanjian Dagang Fase 1 dengan Tiongkok

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:26 WIB
Dalam perjanjian fase 1 yang diteken pemerintahan Donald Trump, Tiongkok sepakat meningkatkan pembelian produk dan jasa AS sebesar US$200...
AFP

AS dan Eropa Matangkan Rencana Vaksinasi Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 02 Desember 2020, 14:09 WIB
Upaya itu dilakukan secepat mungkin, setelah vaksin covid-19 mendapat persetujuan dari otoritas terkait. Saat ini, ada dua vaksin yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya