Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan bantuan kepada Meksiko untuk memburu pelaku pembantaian 9 anggota komunitas Mormon di utara Meksiko yang pada Senin (4/11)/
Trump mengatakan AS siap untuk mendukung Meksiko dalam perang terhadap kartel narkoba.
"Jika Meksiko membutuhkan atau meminta bantuan dalam membersihkan monster-monster ini, Amerika Serikat siap, bersedia dan sanggup terlibat melakukan pekerjaan dengan cepat dan efektif," cicit Trump dalam akun Twitternya, Selasa (5/11).
Trump juga memuji Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador karena telah memprioritaskan perang melawan perdagangan narkoba. Namun Trump mengatakan bahwa kelompok kartel kian besar dan kuat, sehingga Meksiko membutuhkan bantuan pasukan untuk mengalahkannya.
"Ini saatnya bagi Meksiko, dengan bantuan Amerika Serikat, untuk mengobarkan perang terhadap kartel-kartel narkoba dan menghapusnya dari muka bumi," cicit Trump.
Baca juga : Demokrat Ungguli Republik di Dua Negara Bagian AS
Menanggapi tawaran Trump, Lopez Obrador mengatakan, ia akan menerima semua kerja sama yang diperlukan untuk mendapatkan keadilan bagi para korban yang diketahui memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Meksiko dan AS.
Ia kemudian berterima kasih kepada Trump atas dukungannya melalui sambungan telepon.
Gedung Putih mengatakan kedua presiden tersebut telah berbicara tentang semakin meningkatnya kekerasan yang dilakukan kartel narkoba dan geng kriminal lainnya.
"Presiden Trump menjelaskan bahwa Amerika Serikat mengutuk tindakan kekerasan tak masuk akal yang merenggut nyawa sembilan warga Amerika dan menawarkan bantuan Meksiko untuk memastikan para pelaku menghadapi keadilan," terang juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley.
Namun populis sayap kiri Meksiko yang menyatakan telah berakhirnya perang narkoba di Meksiko, mengatakan pihaknya tidak membidik perang baru.
"Kami tidak setuju (dengan Trump) tentang itu. Perang identik dengan irasionalitas,” katanya dalam konferensi pers.
Baca juga : Donald Trump Tarik AS dari Perjanjian Iklim Paris
Sebelumnya, sejumlah pria bersenjata yang ditengarai bagian dari kartel narkoba menyergap anggota keluarga LeBaron di jalan pedesaan antara negara bagian Sonora dan Chihuahua yang berbatasan dengan AS.
LeBaron merupakan klan besar komunitas Mormon yang bermigrasi dari AS ke Meksiko pada akhir abad ke-19.
LeBaron meninggalkan AS setelah mendapat persekusi atas tradisi yang dijalankan mereka, termasuk poligami. Sehingga, banyak di antaranya yang memiliki kewarganegaraan ganda AS-Meksiko.
Berdasarkan laporan kerabat dan pihak berwenang Meksiko, 3 wanita dan 6 anak tewas dalam insiden penembakan tersebut. Selain itu, 6 anak lainnya juga dilaporkan terluka akibat serangan yang membuat mobil-mobil keluarga LeBaron penuh dengan lubang-lubang bekas tembakan peluru.
Menteri Keamanan Meksiko Alfonso Durazo mengatakan keluarga komunitas Mormon tersebut mungkin menjadi korban salah sasaran atau terperangkap dalam baku tembak dalam perang rumput antarkartel narkoba yang bermusuhan. (AFP/OL-7)
Pakar FKUI Prof. Ari Fahrial Syam jelaskan bahaya tramadol jika disalahgunakan tanpa resep dokter. Simak gejala adiksi seperti tremor hingga gelisah di sini.
Wanita berinisial N ini ditangkap petugas gabungan karena memiliki laboratorium dan pabrik Narkoba jenis mephedrone di sebuah vila di Gianyar Bali.
Bea Cukai bersama BNN laboratorium narkotika tersembunyi (clandestine lab) di Kabupaten Gianyar, Bali.
Mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro diduga terima uang keamanan dari bandar narkoba Koko Erwin.
Bareskrim Polri ringkus Koko Erwin, bandar narkoba pemasok uang eks Kapolres Bima, saat nyaris kabur ke Malaysia via jalur laut ilegal di Tanjung Balai.
Banding Wiz Khalifa ditolak pengadilan Rumania. Rapper AS ini tetap dijatuhi vonis 9 bulan penjara akibat konsumsi ganja saat konser di festival Beach, Please! 2024.
Schirgi menjelaskan bahwa pihak penyelenggara terus memantau perkembangan situasi global sambil bekerja sama dengan mitra federal.
Situasi keamanan di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global setelah operasi militer pekan lalu yang menewaskan gembong narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes.
MEKSIKO dan Irlandia tetap menggelar pertandingan persahabatan pekan ini meskipun terjadi kerusuhan akibat Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera tewas, memunculkan isu piala dunia 2026 pindah lokasi
FIFA angkat bicara mengenai kemungkinan lokasi Piala Dunia 2026 pindah. Pada musim panas ini, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
55 orang tewas di berbagai wilayah Meksiko menyusul operasi yang menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho selaku pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG)
Kota Guadalajara, Meksiko, lumpuh setelah kartel CJNG mengamuk pasca tewasnya bos mereka. Keamanan Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved