Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Pakistan Imran Khan menyatakan akan segera bertemu dengan Taliban sebagai bagian dari upaya mengakhiri 18 tahun perang di Afghanistan.
Khan mengungkapkan hal tersebut di Washington dalam perjalanan resmi pertamanya ke Amerika Serikat. Dia mengatakan telah berbicara dengan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. "Saya akan bertemu Taliban dan saya akan mencoba yang terbaik untuk membuat mereka berbicara dengan pemerintah Afghanistan," ungkapnya, kemarin.
Pakistan sendiri ialah sponsor utama Taliban ketika merebut kekuasaan di Afghanistan selama 1990-an. Saat berbicara di Institut Perdamaian AS, Khan mengaku telah dihubungi gerilyawan Taliban Afghanistan. Itu terjadi beberapa bulan setelah kemenangannya dalam Pemilu Juli 2018. Namun, saat itu Khan tidak melakukan pertemuan karena Kabul tidak mendukungnya. "Saya selalu berpendapat tidak ada solusi militer untuk perang di Afghanistan," katanya.
Sebelum mengumumkan perihal pertemuan dengan Taliban, Khan bertemu Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. Menurut Pompeo, peran Pakistan sangat penting dalam mendukung proses perdamaian Afghanistan dan kontraterorisme.
Utusan perdamaian AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, juga telah berangkat ke Kabul untuk babak terakhir pembicaraan mengenai masalah ini. Sebelumnya, Khalilzad telah melakukan beberapa pertemuan dengan Taliban, tahun lalu. Pertemuan terakhir terjadi pada 9 Juli di Doha. Namun, rintangan utama sejauh ini ialah penolakan Taliban untuk bernegosiasi langsung dengan pemerintah Afghanistan.
"Itu tidak akan mudah karena tidak ada perintah terpusat," Khan memperingatkan tentang kelompok pemberontak. "Akan tetapi, kami merasa bahwa jika semua bekerja sama, ini merupakan kesempatan terbaik untuk perdamaian," tambahnya.
Khan juga menekankan bahwa pemilihan presiden Afghanistan pada September mendatang harus menjadi pemilihan inklusif yang mana Taliban juga berpartisipasi. (AFP/*/X-11)
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
MILITER Pakistan mengeklaim menewaskan sedikitnya 70 militan dalam serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan pada Minggu (22/2) pagi.
PAKISTAN kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih memburu militan.
SERANGAN udara Pakistan ke wilayah Afghanistan kembali memicu ketegangan di perbatasan. Islamabad menyebut operasi itu menyasar kamp militan
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Presiden Iran Pezeshkian mengatakan pemerintah tetap beroperasi meskipun perang di negara itu semakin memanas.
Sebanyak sembilan orang dilaporkan tewas dan 40 lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan antara aparat kepolisian dan pengunjuk rasa Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan.
Juru Bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengecam serangan udara Pakistan di Kabul dan Kandahar. Kabul klaim lancarkan operasi balasan besar-besaran di perbatasan.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved