Jumat 07 Juni 2019, 16:00 WIB

Sidang Ekstradisi Petinggi Huawei Dimulai Januari 2020

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Sidang Ekstradisi Petinggi Huawei Dimulai Januari 2020

AFP/Don MacKinnon
Kepala Keuangan Huawei Meng Wanzhou

 

KEPALA Keuangan Huawei Meng Wanzhou akan menantang esktradisi ke Amerika Serikat (AS) terkait dakwaan penipuan, dalam persidangan pada 20 Januari 2020. Hal itu terungkap dalam catatan pengadilan, setelah tim kuasa hukum Meng berhadapan dengan hakim Kanada.

Tim kuasa hukum Meng mengusulkan sidang esktradisi selesai pada Oktober 2020. Dengan tambahan waktu hingga 20 November 2020, jika diperlukan.

Pengacara Daniel Coles, yang bertindak atas nama perusahaan media untuk melawan larangan publikasi kasus tersebut, membenarkan hakim telah menerima jadwal yang diusulkan tim kuasa hukum, hanya dengan sedikit perubahan.

Meng yang berusia 47 tahun, merupakan anak dari pendiri Huawei Technologies Co Ltd, Ren Zhengfei. Dia ditangkap di Bandara Vancouver, Kanada, pada Desember 2018, mengacu pada surat perintah dari AS.

Seperti diketahui, Washington berupaya mengekstradisi Meng atas tuduhan menyesatkan perbankan global, mengenai hubungan Huawei dengan perusahaan yang beroperasi di Iran. Meng pun menjadi tahanan rumah di Vancouver.

Baca juga: Huawei Teken Kontrak untuk Kembangkan Teknologi 5G di Rusia

Dalam sebuah pernyataan resmi, manajemen Huawei menegaskan tidak ada bukti bahwa Meng telah menyesatkan perusahaan bank. Pun, dugaan mengenai tindakannya dinilai tidak melanggar hukum di Kanada.

Perusahaan juga berpendapat pernyataan Presiden AS Donald Trump, menunjukkan kasus Meng mempertimbangkan kepentingan politik dan finansial, bukan aturan hukum.

Tim kuasa hukum Meng berupaya menunda proses ekstradisi dengan beberapa alasan. Termasuk, tuduhan Badan Perbatasan Kanada (CBSA) menunda penangkapan Meng, untuk mengekstraksi bukti dengan kedok pemeriksaan imigrasi rutin. Tepatnya, sebelum Meng ditangkap Royal Canadian Mounted Police (RCMP).

Pun, mereka juga membuat tuduhan serupa dalam gugatan perdata pada Maret 2019.

Dalam pembelaan tertulis yang diajukan pada Senin (3/6) lalu, pengacara pemerintah berpendapat gugatan atas dakwaan Meng harus dibatalkan.

Pemerintah menilai petugas CBSA bertindak sesuai aturan dengan itikad baik. Ketika petugas menginterogasi Meng dan memeriksa barang bawaannya, hal itu untuk menentukan apakah dia diizinkan memasuki Kanada. Serta, mengecek ada tidaknya masalah bea cukai dengan barang bawaan Meng.

Di lain sisi, tuntutan Meng mengklaim petugas CBSA telah membuka dan melihat isi perangkat elektroniknya, yang dianggap melanggar hak privasi.

Pemerintah berdalih petugas CBSA meminta kata sandi telepon Meng dan menuliskannya di selembar kertas, yang kemudian diambil RCMP ketika Meng ditangkap. Mereka menekankan RCMP belum memeriksa isi perangkat elektronik petinggi Huawei.

Hubungan diplomatik antara Kanada dan Tiongkok mulai membeku, setelah penangkapan Meng dan Tiongkok menahan dua warga Kanada atas tuduhan spionase. Ketegangan hubungan berdampak pada penghentian impor benih kanola dari Kanada, serta pemeriksaan bea cukai pengiriman babi yang diperketat.(Channelnewsasia/OL-2)

Baca Juga

AFP/Dimitar DILKOFF

AS-Eropa Nyatakan Persatuan Lawan Rusia Atas Ukraina

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 25 Januari 2022, 07:35 WIB
Presiden AS Joe Biden menyatakan persatuan total di antara kekuatan Barat pada Senin (24/1) setelah berbicara dengan para pemimpin Eropa...
AFP/Amos Gumulira

Presiden Malawi Pecat Seluruh Menteri karena Kasus Suap

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 25 Januari 2022, 07:15 WIB
"Jangan biarkan tersangka, betapa pun berkuasanya dia, betapaun kaya, atau koneksinya, untuk dilindungi dari...
AFP/Daniel ROLAND

Lepaskan Tembakan di Kampus, Mahasiswa Jerman Tewaskan Satu Orang dan Lukai 3 Lainnya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 25 Januari 2022, 06:05 WIB
Aksi penembakan itu terjadi saat kulian kimia organik bagi mahasiswa ilmu biologi, mata kuliah yang juga diambil oleh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya