Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Kiat Reset Kesehatan dan Finansial Pascalebaran: Strategi Ahli dan Alokasi Dana

Basuki Eka Purnama
06/4/2026 11:25
Kiat Reset Kesehatan dan Finansial Pascalebaran: Strategi Ahli dan Alokasi Dana
Ilustrasi(Freepik)

LIBUR Lebaran sering kali menjadi momen perayaan yang diwarnai dengan konsumsi makanan berlebih dan pengeluaran yang membengkak. Menanggapi fenomena ini, sejumlah pakar menekankan pentingnya melakukan "reset" atau penataan ulang terhadap kondisi kesehatan dan finansial agar tetap terjaga dalam jangka panjang.

Waspada Gangguan Metabolik dan Pentingnya 'Know Your Numbers'

Spesialis Gizi Klinik RSPI - Pondok Indah, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp. G.K., mengingatkan bahwa merasa sehat secara fisik bukan jaminan kondisi tubuh optimal. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) selama libur panjang berisiko memicu gangguan metabolik.

Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia 2025 dari Kementerian Kesehatan, terdapat tren peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM) pada kelompok usia muda (16-30 tahun). Hal ini dipicu oleh gaya hidup sedenter dan pola makan tidak sehat di era digital.

Juwalita menekankan prinsip "know your numbers" sebagai langkah preventif. Masyarakat diimbau untuk melakukan pemeriksaan rutin guna memantau indikator kesehatan utama. Senada dengan hal tersebut, figur publik Donna Agnesia menambahkan bahwa olahraga konsisten harus menjadi kebutuhan alami tubuh yang tidak boleh dikesampingkan oleh kesibukan.

Indikator Kesehatan Utama yang Wajib Dipantau:
  • Tekanan Darah
  • Kadar Gula Darah
  • Kadar Kolesterol
  • Indeks Massa Tubuh (IMT)

Pemulihan Finansial: Disiplin Arus Kas dan Proteksi

Dari sisi ekonomi, tekanan keuangan pascalebaran biasanya muncul akibat akumulasi biaya mudik, konsumsi, dan pemberian hadiah. Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo, menyatakan bahwa ketahanan finansial sangat bergantung pada disiplin pengelolaan arus kas, bukan sekadar besarnya penghasilan.

Yan menyarankan masyarakat untuk segera menata kembali pos keuangan guna menghindari utang konsumtif. Strategi pemulihan yang terencana sangat diperlukan agar pengeluaran hari raya tidak menjadi beban finansial jangka panjang.

Berikut adalah panduan alokasi keuangan ideal pascalebaran menurut pakar finansial:

Pos Keuangan Alokasi Ideal Keterangan
Kebutuhan Rutin 50% – 60% Biaya hidup harian, tagihan, dan operasional.
Tabungan & Dana Darurat 10% – 20% Cadangan untuk situasi mendesak dan masa depan.
Proteksi & Asuransi Sesuai Kebutuhan Menjaga kondisi keuangan dari risiko tidak terduga.

Sinergi Kesehatan dan Keuangan

Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, menegaskan bahwa kesehatan dan finansial adalah dua hal yang harus berjalan beriringan. Pola hidup sehat yang dibangun perlu dilengkapi dengan proteksi finansial (asuransi). Sebaliknya, proteksi tidak akan bekerja optimal tanpa adanya disiplin dalam mengelola keuangan pribadi.

Dengan melakukan deteksi dini kesehatan dan disiplin mengatur ulang anggaran, masyarakat diharapkan dapat memulai lembaran baru pascalebaran dengan kondisi yang lebih stabil dan terlindungi. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik