Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera kembali menyalurkan bantuan bagi penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang, Aceh, pada akhir November 2025. Penyaluran bantuan dilakukan dalam rangka percepatan pemulihan pascabencana, yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Satgas PRR Pusat, Tito Karnavian.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan dasar, meliputi 1.000 paket peralatan dapur, 100 unit toren air, 400 paket sembako, serta 200 paket perlengkapan ibadah. Tito menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat bertujuan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi, sekaligus mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur.
“Kehadiran kami di Aceh Tamiang hari ini untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bantuan darurat tersalurkan, sembari mendorong pembangunan infrastruktur jangka panjang seperti sumur bor,” ujar Tito.
Mendagri tiba di Aceh Tamiang menggunakan helikopter dan mendarat di Lapangan Bima Patra Paya Bedi sekitar pukul 10.40 WIB. Setibanya di lokasi, ia memimpin apel Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Gelombang 3 yang ditugaskan dalam misi kemanusiaan tersebut. Didampingi Kepala Pos Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA, Tito meninjau langsung lokasi terdampak sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga. Bantuan tersebut diberikan kepada 185 keluarga di Desa Lubuk Sidup dan 276 keluarga di Desa Sekumur, yang menjadi dua wilayah terdampak utama.
Safrizal menjelaskan, paket peralatan dapur yang disalurkan merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan hidup dasar, dengan tujuan mendorong kemandirian pangan masyarakat terdampak. Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan air bersih dan sanitasi di wilayah tersebut.
“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengar aspirasi masyarakat. Pemerintah akan terus hadir mengawal percepatan rehabilitasi, termasuk memastikan penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor,” ujar Safrizal.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah terdampak ke depan. (Ant/E-3)
Kapolda Aceh menjelaskan bahwa proyek pembangunan hunian tetap tersebut mencakup total 150 unit rumah dengan beragam konstruksi, yakni 50 unit rumah berbahan kayu.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada November 2025 lalu mengubah semuanya. Rumah yang telah puluhan tahun menjadi tempat berkumpul keluarga hanyut,
Situasi bencana tidak hanya menghadirkan krisis kemanusiaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang terhadap kesehatan anak.
Pemerintah menegaskan bahwa pemutakhiran data kebutuhan hunian sementara (huntara) terus dilakukan guna memastikan seluruh penyintas bencana di Aceh mendapatkan bantuan secara merata.
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh terus melakukan akselerasi kegiatan fisik di lapangan.
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh menyalurkan bantuan kepada korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie, Selasa (17/3).
Ketua Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Safrizal, meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) terakhir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan.
Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Bireuen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved