Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pemerintah terus Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Andhika Prasetyo
04/4/2026 22:59
Pemerintah terus Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
Pemerintah menyalurkan bantuan bagi penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang.(Satgas PRR Aceh)

Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera kembali menyalurkan bantuan bagi penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang, Aceh, pada akhir November 2025. Penyaluran bantuan dilakukan dalam rangka percepatan pemulihan pascabencana, yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Satgas PRR Pusat, Tito Karnavian.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan dasar, meliputi 1.000 paket peralatan dapur, 100 unit toren air, 400 paket sembako, serta 200 paket perlengkapan ibadah. Tito menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat bertujuan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi, sekaligus mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur.

“Kehadiran kami di Aceh Tamiang hari ini untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bantuan darurat tersalurkan, sembari mendorong pembangunan infrastruktur jangka panjang seperti sumur bor,” ujar Tito.

Mendagri tiba di Aceh Tamiang menggunakan helikopter dan mendarat di Lapangan Bima Patra Paya Bedi sekitar pukul 10.40 WIB. Setibanya di lokasi, ia memimpin apel Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Gelombang 3 yang ditugaskan dalam misi kemanusiaan tersebut. Didampingi Kepala Pos Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA, Tito meninjau langsung lokasi terdampak sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga. Bantuan tersebut diberikan kepada 185 keluarga di Desa Lubuk Sidup dan 276 keluarga di Desa Sekumur, yang menjadi dua wilayah terdampak utama.

Safrizal menjelaskan, paket peralatan dapur yang disalurkan merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan hidup dasar, dengan tujuan mendorong kemandirian pangan masyarakat terdampak. Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan air bersih dan sanitasi di wilayah tersebut.

“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengar aspirasi masyarakat. Pemerintah akan terus hadir mengawal percepatan rehabilitasi, termasuk memastikan penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor,” ujar Safrizal.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah terdampak ke depan. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya