Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKANAN darah tinggi (hipertensi) dan gula darah tinggi (diabetes) yang tidak terkontrol ternyata berdampak serius pada kesehatan jantung. Selain merusak pembuluh darah, kedua kondisi ini dapat mengubah struktur otot jantung yang kemudian menghambat sinyal listrik jantung.
Dokter Konsultan Aritmia Eka Hospital MT Haryono, dr. Evan Jim Gunawan, menjelaskan bahwa gangguan pada struktur otot tersebut menjadi pintu masuk munculnya aritmia atau gangguan irama jantung.
"Hipertensi dan diabetes menjadi salah satu faktor yang bisa merusak sistem listrik jantung dan membuat irama jantung menjadi tidak beraturan atau aritmia," ujar Evan di Tangerang, Rabu (1/4).
Selain penyakit degeneratif, Evan memaparkan beberapa faktor lain yang dapat mengganggu sistem kelistrikan jantung, di antaranya:
Menurut Evan, masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua kondisi jantung berdebar itu berbahaya. Secara medis, debaran jantung dibagi menjadi dua kategori:
"Untuk yang bahaya biasanya muncul secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas, bertahan dalam waktu lama, atau disertai dengan gejala fisik lainnya. Ini menandakan adanya gangguan pada sirkuit listrik jantung yang memerlukan pemeriksaan medis," jelasnya.
Bagi penderita aritmia, kemajuan teknologi medis saat ini menawarkan solusi tanpa harus melalui operasi bedah terbuka. Salah satu metode yang populer adalah ablasi jantung, sebuah prosedur minimal invasif.
"Pada penanganan ini, dokter akan memperbaiki jalur listrik yang rusak agar irama jantung kembali normal tanpa perlu operasi bedah terbuka. Selain itu, penggunaan alat pacu jantung (*pacemaker*) juga telah membantu banyak orang kembali beraktivitas," pungkas Evan.
Sebagai langkah antisipasi, ia mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda peringatan dari tubuh. Jika merasakan perubahan detak jantung yang tidak biasa, segera lakukan skrining sejak dini untuk mendeteksi potensi gangguan medis. (Ant/Z-1)
Meskipun gangguan metabolisme kerap terjadi pada usia lanjut, tetapi masalah metabolisme juga dapat terjadi di usia muda.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Dark chocolate ternyata tidak selalu berbahaya. Kandungan flavonoidnya justru dapat membantu mengontrol gula darah dan menurunkan risiko diabetes jika dikonsumsi tepat.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Diabetes sering tak disadari dan berbahaya. Kenali gejala, kadar gula normal, hingga cara mencegah dan mengendalikan penyakit ini.
Studi terbaru mengungkap peran "gut virome" atau kumpulan virus usus dalam mengatur metabolisme karbohidrat dan mencegah risiko diabetes pada tikus dan manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved