Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Elongasi Hilal dalam Astronomi Islam: Pengertian dan Perannya dalam Sidang Isbat

mediaindonesia.com
19/3/2026 18:33
Elongasi Hilal dalam Astronomi Islam: Pengertian dan Perannya dalam Sidang Isbat
BMKG Ambon bersama Kemenag Maluku melakukan pemantauan Hilal di Wakasihu, Maluku Tengah, Kamis.(ANTARA/Winda Herman)

Panduan Mendalam: Elongasi Hilal dalam Astronomi Islam

Dalam penentuan awal bulan Hijriah, elongasi hilal memegang peranan vital sebagai parameter fisik visibilitas bulan sabit. Tanpa sudut elongasi yang memadai, hilal secara optik tidak akan mampu memantulkan cahaya yang cukup untuk menembus pendaran cahaya matahari terbenam (syafaq).

Apa itu Elongasi Hilal?

Elongasi adalah jarak sudut antara Bulan dan Matahari sebagaimana terlihat dari Bumi. Dalam konteks rukyatul hilal, elongasi menentukan ketebalan sabit bulan. Semakin besar sudut elongasi, semakin tebal hilal yang tampak, dan semakin besar peluangnya untuk teramati oleh perukyat.

Kriteria MABIMS (3-6,4)

Berdasarkan kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), syarat minimal hilal dapat dinyatakan masuk bulan baru adalah:

  • Tinggi Hilal: Minimal 3 derajat di atas ufuk.
  • Elongasi: Minimal 6,4 derajat.

Geosentrik vs Toposentrik

Terdapat dua cara dalam menghitung sudut elongasi yang sering menjadi bahan diskusi para ahli falak:

Jenis Elongasi Titik Acuan Karakteristik
Geosentrik Pusat Inti Bumi Nilai lebih besar; digunakan untuk standardisasi kalender nasional.
Toposentrik Permukaan Bumi (Pengamat) Nilai lebih kecil; dianggap lebih akurat untuk simulasi pandangan mata (rukyat).

Pentingnya Elongasi dalam Sidang Isbat

Elongasi 6,4 derajat dipilih bukan tanpa alasan. Angka ini merujuk pada batas Danjon Limit, di mana secara fisik sabit bulan mulai terbentuk dan bisa memantulkan cahaya. Jika elongasi di bawah angka tersebut, meskipun bulan sudah berada di atas ufuk (tinggi positif), secara sains hilal dianggap belum "wujud" untuk dapat dilihat oleh mata manusia (imkanur rukyat).

People Also Ask: FAQ Elongasi Hilal

1. Kenapa elongasi harus 6,4 derajat?

Angka ini didasarkan pada data empiris pengamatan global yang menunjukkan bahwa hilal dengan elongasi di bawah 6,4 derajat terlalu tipis dan cahayanya kalah oleh cahaya latar belakang langit senja.

2. Apa bedanya elongasi dengan ketinggian hilal?

Ketinggian adalah jarak vertikal hilal dari garis ufuk (cakrawala), sedangkan elongasi adalah jarak sudut langsung antara Bulan dan Matahari. Keduanya harus terpenuhi agar hilal dianggap visibel.

3. Bisakah hilal terlihat jika elongasi cukup tapi ketinggian rendah?

Sangat sulit. Jika ketinggian terlalu rendah (di bawah 3 derajat), gangguan atmosfer dan cahaya syafaq yang masih terang akan menutupi penampakan hilal yang sudah tebal sekalipun.

Kesimpulan

Memahami elongasi hilal membantu kita menyadari bahwa penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia dilakukan dengan pendekatan sains yang sangat presisi. Perpaduan antara data hisab (perhitungan) dan verifikasi rukyat (pengamatan) memastikan bahwa ibadah umat Muslim dimulai pada waktu yang tepat secara astronomis maupun syar'i.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik