Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ZAKAT fitrah merupakan ibadah yang berfungsi menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan memberi makan bagi orang miskin. Namun, penting bagi umat Muslim untuk memahami jenis dan kriteria harta yang dikeluarkan agar zakatnya sah sesuai syariat.
Menurut Hanif Luthfi Lc MA dalam bukunya berjudul Fiqih Seputar Zakat Fitri, jika merujuk pada masa kenabian, Rasulullah SAW memerintahkan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk tha’am (makanan). Berdasarkan hadits riwayat Abu Said Al-Khudhri RA, terdapat lima jenis bahan makanan yang lazim digunakan saat itu:
Abu Said Al-Khudhri berkata, "Kami mengeluarkan zakat fithr ketika dahulu Rasulullah bersama kami sebanyak satu shaa' tha'aam atau satu shaa' kurma atau satu shaa' sya'ir atau satu shaa' zabib atau satu shaa' aqith. Dan aku terus mengeluarkan zakat fithr sedemikian itu selama hidupku." (HR. Jamaah).
Di Indonesia, mayoritas ulama merujuk pada Mazhab Syafi'i dalam menentukan jenis zakat. Tidak semua makanan bisa dijadikan zakat fitrah. Berikut kriteria utamanya:
Baca juga : Zakat Fitri atau Zakat Fitrah? Ini Perbedaan Makna dan Hukumnya
Zakat harus berupa makanan yang mengenyangkan dan menjadi sandaran hidup masyarakat di suatu wilayah. Oleh karena itu, zakat fitrah tidak boleh berupa kudapan atau jajanan seperti kerupuk, kuaci, atau cokelat karena tidak memenuhi unsur pokok pangan.
Zakat diberikan dalam bentuk bahan mentah yang belum dimasak. Hal ini karena bahan mentah seperti beras atau gandum memiliki daya tahan yang lebih lama dibandingkan makanan siap saji yang mudah basi. Dengan bahan mentah, penerima zakat (mustahik) memiliki fleksibilitas untuk mengolah dan menyimpannya dalam jangka waktu lama.
Baca juga: Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah dan Doa bagi Pemberi Zakat
Para ulama berbeda pendapat mengenai konversi zakat makanan ke dalam bentuk uang. Mazhab Hanafi memperbolehkan penggunaan uang (qimah) demi kemaslahatan fakir miskin. Namun, Mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali pada asalnya mewajibkan penggunaan makanan pokok.
Baca juga: Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Arti
Di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) biasanya menetapkan standar zakat fitrah dengan beras (sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter) atau uang tunai yang nilainya setara dengan harga beras kualitas terbaik yang dikonsumsi sehari-hari.
Dengan memahami kriteria ini, diharapkan umat Muslim dapat menunaikan kewajibannya dengan sempurna, sehingga nilai manfaat dari zakat tersebut benar-benar dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan di hari raya.
Baca juga: Panduan Lengkap Zakat Fitrah 2026 Besaran, Niat, dan Tata Cara Akad
Apakah boleh zakat fitrah dengan mi instan?
Sebagian besar ulama tidak memperbolehkan karena mi instan dianggap makanan olahan, bukan bahan pangan pokok mentah seperti beras atau gandum.
Kapan waktu terbaik membayar zakat fitrah?
Waktu paling utama (afdal) adalah setelah terbit fajar pada hari Idul Fitri sebelum pelaksanaan shalat Id, namun diperbolehkan membayarnya sejak awal Ramadan. (I-2)
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Bolehkah bayar zakat fitrah lewat transfer bank atau M-Banking? Simak penjelasan hukum fikih, syarat niat, dan akad wakalah menurut ulama di sini.
Bingung takaran zakat fitrah uang? Jika ikut Mazhab Hanafi, apakah harus 3,8 kg atau boleh 2,5 kg? Simak solusi fikih dari pendapat Imam Abu Yusuf di sini.
Apakah boleh zakat fitrah diganti uang? Simak perbandingan pandangan Mazhab Syafi'i dan Hanafi serta alasan mengapa uang dianggap lebih praktis saat ini.
Mengapa ukuran zakat fitrah berbeda-beda? Simak penjelasan lengkap konversi 1 sha ke kilogram dan liter berdasarkan hadits dan perbandingan mazhab.
Bagaimana hukum zakat fitrah dan salat Id jika terjadi perbedaan lebaran? Simak penjelasan fikih tentang konsistensi keyakinan dalam ibadah di sini.
Apa doa saat membayar zakat fitrah? Simak bacaan doa muzakki dan doa amil saat menerima zakat sesuai sunnah dan pendapat Imam Syafi'i di sini.
Bolehkah panitia zakat berjualan beras dan mengambil untung? Simak penjelasan hukum akad jual beli vs akad wakalah dalam pengelolaan zakat fitrah di sini.
Bolehkah bayar zakat fitrah lewat transfer bank atau M-Banking? Simak penjelasan hukum fikih, syarat niat, dan akad wakalah menurut ulama di sini.
Bingung takaran zakat fitrah uang? Jika ikut Mazhab Hanafi, apakah harus 3,8 kg atau boleh 2,5 kg? Simak solusi fikih dari pendapat Imam Abu Yusuf di sini.
Apakah boleh zakat fitrah diganti uang? Simak perbandingan pandangan Mazhab Syafi'i dan Hanafi serta alasan mengapa uang dianggap lebih praktis saat ini.
Mengapa ukuran zakat fitrah berbeda-beda? Simak penjelasan lengkap konversi 1 sha ke kilogram dan liter berdasarkan hadits dan perbandingan mazhab.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved