Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Menkomdigi Minta Orang Tua Matikan Gadget Anak saat Mudik

 Gana Buana
11/3/2026 20:15
Menkomdigi Minta Orang Tua Matikan Gadget Anak saat Mudik
Menkomdigi Meutya Hafid ingatkan orang tua batasi gadget anak saat Lebaran 2026.(Freepik)

MENTERI Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa momentum mudik dan libur Lebaran 2026 harus menjadi titik balik bagi keluarga Indonesia untuk memutus rantai ketergantungan anak pada gadget. Langkah ini disebut sebagai fase persiapan krusial sebelum pemerintah resmi memberlakukan aturan ketat pelindungan anak di ruang digital.

Meutya mengingatkan para orang tua bahwa penggunaan teknologi yang masif selama ini telah menggerus ruang interaksi langsung. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk berani mengambil langkah drastis selama perjalanan mudik.

“Gunakan momen liburan dan mudik ini untuk sebanyak-banyaknya menghabiskan waktu bersama keluarga. Gadgetnya bisa dimatikan dulu atau setidaknya dikurangi,” ujar Meutya Hafid di Jakarta Pusat, Rabu (11/3).

Persiapan Implementasi PP Tunas

Instruksi ini bukan tanpa alasan kuat. Meutya menyoroti implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) yang akan berlaku efektif pada 28 Maret 2026.

Kebijakan tersebut akan mengatur secara ketat akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Meutya memandang libur Lebaran sebagai waktu yang paling tepat untuk melakukan transisi secara persuasif di tingkat keluarga sebelum aturan tersebut mengikat secara hukum.

“Untuk anak-anak di bawah 16 tahun, kita juga sedang menuju implementasi kebijakan yang akan efektif pada 28 Maret nanti. Sejak sekarang mungkin bisa mulai berlatih perlahan-lahan keluar dari media sosial dengan bimbingan orang tua,” tegasnya.

Urgensi Literasi Digital di Level Keluarga

Menurut Meutya, peran orang tua saat ini sangat krusial sebagai garda terdepan literasi digital. Perubahan pola penggunaan teknologi tidak bisa terjadi secara instan, melainkan membutuhkan kesiapan mental dari lingkup keluarga terkecil.

Libur Lebaran dipandang sebagai waktu terbaik untuk berdialog dari hati ke hati, menjelaskan urgensi digitalisasi yang bertanggung jawab, dan menyiapkan anak-anak agar tidak kaget saat PP Tunas diberlakukan secara penuh.

“Mungkin selama libur Lebaran ini adalah waktu yang baik untuk berbicara dari hati ke hati antara orang tua dan anak untuk mulai melakukan persiapan,” tambah Meutya.

Menkomdigi berharap, dengan mematikan atau mengurangi penggunaan perangkat elektronik saat berkumpul dengan sanak saudara, anak-anak dapat kembali merasakan esensi silaturahmi yang nyata dan memperkuat ikatan emosional tanpa distraksi layar digital. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya