Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

7 Tanda Alam Malam Lailatul Qadar Menurut Hadits Shahih dan Dalilnya

Putri Rosmalia Octaviyani
11/3/2026 15:46
7 Tanda Alam Malam Lailatul Qadar Menurut Hadits Shahih dan Dalilnya
Ilustrasi malam Lailatul Qadar.(Dok. Freepik)

MALAM Lailatul Qadar adalah waktu yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Keutamaannya yang disebut lebih baik dari seribu bulan menjadikan setiap detik di dalamnya sangat berharga. Meski Allah SWT merahasiakan tanggal pastinya, Rasulullah SAW memberikan petunjuk melalui tanda-tanda alam yang menyertainya.

Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan 1447 H atau sekitar akhir Februari hingga awal Maret 2026, penting bagi kita untuk memahami literatur hadits shahih mengenai karakteristik malam istimewa ini agar tidak terlewatkan dalam beribadah.

1. Matahari Terbit dengan Sinar yang Lemah (Putih)

Tanda yang paling populer dan didasarkan pada hadits shahih adalah kondisi matahari pada pagi harinya. Dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda bahwa pagi hari setelah Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar yang menyengat, terlihat putih seperti bejana atau nampan (HR. Muslim).

Fenomena ini menunjukkan ketenangan atmosfer setelah turunnya para malaikat ke bumi pada malam harinya. Matahari terlihat bulat sempurna namun cahayanya tidak menyilaukan mata.

2. Udara yang Tenang, Sejuk, dan Nyaman

Karakteristik cuaca pada malam Lailatul Qadar digambarkan tidak ekstrem. Berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah SAW bersabda: "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak panas dan tidak dingin..." (HR. Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi).

Udara terasa sangat pas bagi tubuh manusia, memberikan rasa tenang yang mendukung kekhusyukan dalam beri'tikaf dan shalat malam.

3. Langit Terlihat Cerah dan Bersih

Dalam riwayat lain dari Watsilah bin al-Asqa’, disebutkan bahwa malam tersebut sangat bersih, terang, dan tidak berawan. Langit terlihat begitu luas dan jernih seolah-olah ada cahaya yang memayungi bumi, meskipun bukan berasal dari cahaya lampu kota.

4. Bulan Tampak Seperti Separuh Nampan

Sebuah hadits dalam Shahih Muslim menyebutkan diskusi para sahabat mengenai Lailatul Qadar. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: "Kami menyebut-nyebut tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau bersabda: 'Siapa di antara kalian yang ingat ketika bulan terbit, sedangkan ia seperti separuh nampan?'" (HR. Muslim).

5. Tidak Ada Meteor atau Bintang Jatuh

Meskipun secara sains meteor bisa terjadi kapan saja, dalam beberapa literatur hadits disebutkan bahwa pada malam Lailatul Qadar, setan-setan terbelenggu sehingga tidak ada pelemparan bintang (meteor) di langit. Malam tersebut benar-benar menjadi malam keselamatan hingga terbit fajar.

6. Ketenangan Batin yang Luar Biasa

Selain tanda fisik, para ulama menyebutkan adanya tanda spiritual. Orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar akan merasakan ketenangan hati (thuma'ninah), kenikmatan dalam beribadah yang tidak dirasakan pada malam-malam lainnya.

7. Terjadi pada Malam Ganjil di Akhir Ramadhan

Rasulullah SAW memerintahkan: "Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan" (HR. Bukhari). Di tahun 2026, malam-malam ganjil ini diprediksi jatuh pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Pertanyaan Seputar Lailatul Qadar

Apakah Lailatul Qadar Selalu Jatuh pada Malam ke-27?
Banyak ulama berpendapat malam ke-27 memiliki peluang besar, namun hadits shahih menekankan untuk mencarinya di seluruh malam ganjil 10 hari terakhir.

Apakah Hujan Menjadi Tanda Lailatul Qadar?
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bermimpi sujud di atas tanah yang basah karena hujan pada malam Lailatul Qadar. Jadi, hujan bisa menjadi salah satu indikasi rahmat.

Checklist Persiapan Menjemput Lailatul Qadar

  • Memperbanyak doa: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni".
  • Menjaga wudhu dan shalat berjamaah (minimal Isya dan Subuh).
  • Bersedekah meski dalam jumlah kecil di setiap malam 10 hari terakhir.
  • Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur.

(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya