Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDAKI gunung saat menjalankan ibadah puasa merupakan tantangan ganda yang menguji ketahanan fisik sekaligus spiritual. Di tahun 2026 ini, tren "Ramadan Summit" semakin diminati oleh para pecinta alam yang ingin mencari ketenangan di ketinggian tanpa meninggalkan kewajiban agama.
Namun, mendaki dalam kondisi perut kosong dan tanpa asupan cairan selama belasan jam memerlukan strategi yang jauh berbeda dibandingkan pendakian biasa.
Kunci utama dari keberhasilan pendakian saat puasa bukan terletak pada kekuatan otot, melainkan pada manajemen energi dan hidrasi yang presisi.
Tanpa perencanaan yang matang, risiko dehidrasi berat dan heatstroke mengintai di balik jalur pendakian yang terjal.
Salah satu kesalahan fatal pendaki pemula saat Ramadan adalah memaksakan pendakian di siang hari di bawah terik matahari. Pilihan terbaik adalah melakukan pendakian malam (night hiking).
Dengan mendaki setelah berbuka puasa, Anda memiliki akses langsung ke air minum dan cadangan energi dari makanan. Suhu udara malam yang dingin juga mencegah tubuh kehilangan cairan secara berlebih melalui keringat.
Jika terpaksa mendaki di siang hari, pilihlah gunung dengan jalur yang didominasi hutan tropis yang rapat (vegetasi tertutup). Hindari gunung dengan jalur terbuka dan berbatu yang memantulkan panas matahari secara langsung.
Pastikan Anda sudah mengenal medan agar risiko tersesat di malam hari dapat diminimalisir.
Apa yang Anda konsumsi saat sahur menentukan performa Anda di jalur pendakian. Hindari makanan yang terlalu asin atau pedas karena akan memicu rasa haus lebih cepat.
Fokuslah pada karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, atau ubi jalar yang melepaskan energi secara perlahan (slow release).
Jangan lupakan asupan lemak sehat dari alpukat atau kacang-kacangan, serta protein tinggi untuk menjaga massa otot.
Untuk hidrasi, gunakan rumus 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam (termasuk saat pendakian malam), dan dua gelas saat sahur. Penambahan elektrolit atau oralit sangat disarankan untuk menjaga keseimbangan mineral tubuh agar tidak mudah kram.
Gunakan pakaian dengan teknologi quick-dry yang memiliki sirkulasi udara baik. Jika matahari mulai menyengat, gunakan topi rimba dan oleskan tabir surya. Menjaga suhu tubuh tetap stabil akan sangat membantu menghemat penggunaan cairan di dalam tubuh.
Saat berpuasa, tubuh bekerja dalam mode hemat energi. Gunakan teknik langkah kecil yang konsisten (pacing). Hindari gerakan eksplosif atau terburu-buru yang dapat meningkatkan detak jantung hingga ke zona anaerobik.
Jika detak jantung terlalu tinggi, tubuh akan membakar glikogen secara cepat, yang berujung pada rasa lemas (bonking) sebelum mencapai puncak.
Terapkan "Micro-Rest" yaitu berhenti sejenak selama 30 detik setiap 15-20 menit berjalan untuk menormalkan napas tanpa membiarkan otot menjadi dingin.
Teknik ini jauh lebih efektif daripada berjalan cepat lalu beristirahat lama, yang justru akan membuat kaki terasa berat untuk melangkah kembali.
Mendaki saat puasa membutuhkan perhatian ekstra pada perlengkapan. Berikut adalah daftar barang yang tidak boleh terlewatkan:
| Peralatan | Fungsi Utama |
|---|---|
| Headlamp & Baterai Cadangan | Penerangan utama untuk strategi pendakian malam. |
| Thermal Blanket | Mencegah hipotermia saat beristirahat di ketinggian. |
| Smartwatch/Heart Rate Monitor | Memantau intensitas fisik agar tidak berlebihan. |
| Peralatan Masak Ringkas | Memastikan makanan sahur dan berbuka tetap hangat. |
Sangat disarankan bagi pemula untuk memilih gunung dengan durasi pendakian pendek (di bawah 4 jam) dan jalur yang sudah sangat jelas untuk menghindari kelelahan ekstrem.
Gunung dengan ketinggian moderat dan vegetasi teduh seperti Gunung Andong di Magelang, Gunung Papandayan di Garut, atau Gunung Gede via Jalur Putri sangat direkomendasikan.
Basahi kain atau buff dengan air dingin, lalu usapkan ke leher, lipatan tangan, dan wajah. Ini membantu menurunkan suhu inti tubuh secara instan dan mengurangi persepsi haus di otak.
Targetkan sampai di puncak menjelang waktu berbuka (jika mendaki sore) atau sesaat setelah subuh untuk menikmati pemandangan sebelum matahari mulai menyengat.
Jika Anda mengalami pusing hebat (vertigo), urin berwarna gelap pekat, denyut nadi sangat cepat saat diam, dan hilangnya kemampuan berkonsentrasi. Dalam kondisi medis darurat, keselamatan nyawa adalah prioritas utama yang diperbolehkan dalam syariat.
Mendaki gunung saat puasa bukanlah hal yang mustahil jika dilakukan dengan ilmu dan persiapan yang tepat.
Dengan mengatur waktu pendakian, menjaga nutrisi sahur, dan menerapkan teknik berjalan yang efisien, Anda tetap bisa meraih puncak tanpa harus mengorbankan kesehatan atau ibadah Anda.
Selalu ingat untuk mendengarkan sinyal tubuh dan jangan memaksakan diri melampaui batas kemampuan fisik saat berpuasa.
Dengan perencanaan yang matang, aktivitas luar ruang ini justru bisa menjadi sarana "self-healing" sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.
Seseorang yang mengalami hipotermia berat mungkin tidak sadarkan diri dan mungkin tampak tidak memiliki denyut nadi atau bernapas.
Kegiatan ini membutuhkan kekuatan fisik, ketahanan mental, perencanaan matang, serta perlengkapan khusus, karena medan yang dilalui bisa terjal, licin, dan dipengaruhi cuaca.
Aktivitas ini dikenal juga dengan istilah pendakian. Mendaki gunung merupakan aktivitas fisik sekaligus pengalaman batin yang menggabungkan tantangan, olahraga
Nepal akan membebaskan biaya pendakian untuk 97 gunung Himalaya selama dua tahun ke depan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyesalkan maraknya tawuran sarung selama Ramadan dan meminta penanganan ramah anak melalui disiplin positif.
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) menggelar kegiatan Ramadan Youth Camp 2026 di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Konsumsi karbohidrat yang tidak terkontrol saat sahur dapat memicu gangguan metabolisme, terutama pada organ pankreas dan ginjal.
Sejumlah siswa sekolah membaca Al Quran bersama di Masjid Raya Nurul Wathon, Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kebiasaan melepas aki yang dulunya dianggap ampuh mencegah aki soak atau korsleting, justru berisiko menimbulkan masalah baru pada mobil modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved