Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

8 Bahaya Mendaki Gunung saat Musim Hujan

Reynaldi Andrian Pamungkas
13/12/2025 22:30
8 Bahaya Mendaki Gunung saat Musim Hujan
Pendaki Gunung Lawu melintas di jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.(ANTARA FOTO/Siswowidodo)

MENDAKI gunung adalah aktivitas outdoor berupa perjalanan berjalan kaki menuju puncak atau area pegunungan melalui jalur pendakian tertentu, dengan tujuan rekreasi, olahraga, petualangan, maupun menikmati alam.

Kegiatan ini membutuhkan kekuatan fisik, ketahanan mental, perencanaan matang, serta perlengkapan khusus, karena medan yang dilalui bisa terjal, licin, dan dipengaruhi cuaca.

Berikut 8 Bahaya Mendaki Gunung saat Musim Hujan

1. Jalur licin dan rawan terpeleset

Tanah berlumpur dan bebatuan basah meningkatkan risiko jatuh dan cedera.

2. Longsor

Curah hujan tinggi membuat tanah labil, terutama di jalur terjal dan tebing.

3. Hipotermia

Suhu dingin, angin, dan pakaian basah dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh secara drastis.

4. Kabut tebal dan jarak pandang terbatas

Kabut dapat menyebabkan pendaki tersesat karena visibilitas sangat rendah.

5. Sungai meluap dan banjir bandang

Jalur penyeberangan sungai menjadi sangat berbahaya saat hujan deras.

6. Petir dan badai

Risiko tersambar petir meningkat, terutama di area terbuka atau puncak.

7. Peralatan cepat rusak atau basah

Tenda, sleeping bag, dan logistik bisa basah dan mengganggu keselamatan.

8. Evakuasi darurat lebih sulit

Kondisi cuaca buruk menghambat proses penyelamatan jika terjadi kecelakaan.

Untuk menjaga keselamatan, hindari mendaki saat hujan lebat, cek prakiraan cuaca, gunakan perlengkapan waterproof, dan selalu utamakan keselamatan daripada memaksakan summit. (Z-4)

Sumber: arei, eiger



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya