Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Lawan GERD di Usia Muda, Kuncinya Ada di Gaya Hidup Sehat

Basuki Eka Purnama
28/1/2026 17:44
Lawan GERD di Usia Muda, Kuncinya Ada di Gaya Hidup Sehat
Ilustrasi(Freepik)

TREN gangguan pencernaan kronis kian marak menghantui generasi muda Indonesia. Salah satu yang paling sering dikeluhkan adalah Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp.PD K-GEH, menekankan bahwa kunci utama untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit ini adalah dengan disiplin menjalankan pola hidup sehat.

GERD merupakan kondisi gangguan pencernaan kronis yang terjadi saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang. 

Menurut Prof Rino, fenomena meningkatnya penderita GERD di kalangan anak muda saat ini sangat berkaitan erat dengan pengabaian pola hidup sehat dalam keseharian mereka.

“Cara menguranginya adalah healthy-life style, tidak merokok, berolahraga, makan teratur, tidak gemuk, kelola stres dengan baik,” ujar Prof. Rino, dikutip Rabu (28/1).

Akar Masalah pada Anak Muda

Ia menyoroti bahwa banyak anak muda saat ini terjebak dalam kebiasaan buruk yang memicu gangguan pencernaan. Kurangnya aktivitas fisik yang menyebabkan obesitas, kebiasaan merokok, hingga pola makan yang tidak teratur menjadi faktor risiko utama. 

Konsumsi makanan yang tidak sehat secara terus-menerus tanpa diimbangi olahraga membuat fungsi sistem pencernaan menurun.

Padahal, komitmen pada gaya hidup sehat dapat mencegah risiko peradangan pada saluran cerna bagian atas. 

Jika dibiarkan tanpa penanganan, GERD dapat merusak dinding kerongkongan dan memicu rasa nyeri yang hebat pada area dada.

Komplikasi dan Dampak Kesehatan

Lebih lanjut, Prof. Rino memperingatkan bahwa GERD yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan lain yang sering kali tidak disadari sebagai dampak dari asam lambung.

“GERD bisa menimbulkan rasa sakit atau panas di dada, dapat menimbulkan peradangan saluran cerna atas, dapat menyebabkan sulit menelan karena seperti ada gumpalan di tenggorokan, dapat memicu asma atau batuk-batuk lama, dapat timbul rasa pusing,” jelasnya.

Meski gejalanya terkadang terasa sangat menakutkan—seperti jantung berdebar akibat stres berlebihan—ia menegaskan bahwa GERD bukan merupakan penyebab utama kematian langsung atau kematian mendadak. 

Meski begitu, risiko jangka panjangnya tidak bisa disepelekan. Komplikasi serius seperti kanker esofagus hingga pneumonia aspirasi, kondisi saat asam lambung masuk ke paru-paru, tetap mengintai penderita GERD yang abai terhadap pengobatan dan pola hidup.

Karenanya, para anak muda diharapkan lebih mawas diri dalam menjaga berat badan dan mengelola stres, guna menghindari kerusakan permanen pada sistem pencernaan di masa depan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya