Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
Nyeri dada adalah salah satu keluhan medis yang paling menakutkan. Di tahun 2026, meskipun kesadaran kesehatan meningkat, kebingungan antara Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan serangan jantung (infark miokard) masih menjadi penyebab utama kepanikan atau justru keterlambatan penanganan yang fatal. Keduanya memiliki gejala yang tumpang tindih karena saraf yang melayani jantung dan kerongkongan (esofagus) memiliki jalur yang berdekatan menuju otak.
Memahami perbedaan nuansa antara kedua kondisi ini bukan sekadar pengetahuan umum, melainkan keterampilan bertahan hidup yang krusial. Artikel ini akan membedah secara mendalam perbedaan karakteristik, pemicu, dan tindakan medis yang tepat berdasarkan pedoman kardiologi dan gastroenterologi terbaru.
PENTING: Jika Anda ragu apakah nyeri dada tersebut akibat jantung atau lambung, selalu asumsikan itu adalah masalah jantung dan segera cari pertolongan medis. Waktu adalah nyawa.
Secara fisiologis, jantung dan kerongkongan terletak berdekatan di dalam rongga dada. Keduanya dipersarafi oleh saraf vagus. Ketika asam lambung naik ke kerongkongan (GERD), iritasi tersebut mengirimkan sinyal nyeri yang bisa diterjemahkan otak serupa dengan sinyal bahaya dari jantung yang kekurangan oksigen (iskemia). Inilah yang sering disebut sebagai mimikri gejala.
Meskipun mirip, ada empat parameter kunci yang dapat membantu Anda membedakan sumber nyeri secara cepat:
Penyakit Jantung: Sensasinya sering digambarkan sebagai tekanan benda berat (seperti diduduki gajah), remasan kuat, atau rasa penuh yang menyesakkan. Nyeri ini bersifat dalam dan viseral.
GERD: Sensasinya lebih tajam, perih, dan panas (burning sensation). Rasa panas ini biasanya dominan di belakang tulang dada dan bisa terasa naik ke arah tenggorokan.
Penyakit Jantung: Nyeri sering kali menyebar (radiasi). Bermula dari dada kiri atau tengah, lalu menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang bawah, hingga punggung antar belikat.
GERD: Nyeri biasanya terlokalisasi di area ulu hati (epigastrium) dan bergerak lurus ke atas menuju dada tengah. Jarang sekali nyeri GERD menjalar hingga ke lengan atau rahang.
Penyakit Jantung: Sering dipicu oleh aktivitas fisik (exertion) atau stres emosional berat. Nyeri muncul saat Anda berjalan cepat, naik tangga, atau mengangkat beban, dan membaik saat istirahat (pada kasus Angina Stabil).
GERD: Dipicu oleh makanan (pedas, berlemak, asam), makan dalam porsi besar, atau posisi tubuh. Gejala memburuk saat Anda berbaring terlentang atau membungkuk segera setelah makan.
Penyakit Jantung: Nyeri tidak membaik dengan antasida atau sendawa. Pada pasien jantung, nyeri mungkin mereda dengan pemberian nitrogliserin di bawah lidah.
GERD: Nyeri sering kali mereda setelah minum obat penekan asam lambung (antasida) atau setelah posisi tubuh ditegakkan.
Selain nyeri dada, perhatikan gejala sistemik yang menyertainya. Tubuh memberikan sinyal yang berbeda untuk kegagalan organ vital dan gangguan pencernaan.
WASPADA WANITA & PENDERITA DIABETES: Kelompok ini sering mengalami "Silent Ischemia" atau serangan jantung dengan gejala tidak khas. Mereka mungkin tidak merasakan nyeri dada hebat, melainkan hanya rasa tidak nyaman di ulu hati, sesak napas ringan, dan kelelahan luar biasa. Jangan remehkan gejala ini.
Ada kondisi unik yang disebut Sindrom Roemheld, di mana akumulasi gas berlebih di lambung menekan diafragma dan jantung, memicu palpitasi (jantung berdebar) dan sesak napas. Ini murni masalah pencernaan yang memicu gejala jantung fisik, bukan penyakit jantung koroner. Namun, diagnosis ini hanya boleh ditegakkan oleh dokter setelah menyingkirkan kemungkinan kelainan jantung.
Gunakan aturan "5 Menit" dan evaluasi faktor risiko Anda. Segera hubungi layanan darurat atau pergi ke IGD jika:
Membedakan GERD dan penyakit jantung memerlukan kejelian, namun keselamatan jiwa adalah prioritas utama. Jika Anda berusia di atas 40 tahun atau memiliki faktor risiko kardiovaskular, anggaplah setiap nyeri dada yang tidak wajar sebagai potensi masalah jantung sampai dokter menyatakan sebaliknya. Pemeriksaan rekam jantung (EKG) dan enzim jantung (Troponin) adalah cara paling akurat untuk memastikan kondisi Anda di tahun 2026 ini.
Reaksi kimia saat soda kue bertemu dengan asam lambung akan menghasilkan gas karbondioksida (CO2). Gas ini justru dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung.
Asam lambung mampu melarutkan logam, namun mengapa perut kita tidak ikut hancur?
penggunaan minuman berkarbonasi untuk bezoar diduga dapat membantu memecah bahan berserat dalam fitobezoar lambung yang menyumbat
Penderita GERD tetap bisa menikmati kopi tanpa khawatir kambuh. Simak tips aman memilih jenis kopi, waktu minum, dan cara konsumsi yang tepat.
Penderita gangguan pencernaan, khususnya asam lambung, tetap bisa menikmati kopi harian asal memperhatikan jenis biji kopi, takaran, serta cara konsumsinya.
Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, GERD dapat menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan komplikasi serius
Penderita GERD tetap bisa menikmati kopi tanpa khawatir kambuh. Simak tips aman memilih jenis kopi, waktu minum, dan cara konsumsi yang tepat.
Nyeri dada akibat GERD biasanya akan muncul beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tertentu ataupun ketika belum makan sama sekali.
Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, GERD dapat menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan komplikasi serius
Pengobatan penyakit asam lambung memasuki babak baru dengan hadirnya tiga obat golongan Potassium-Competitive Acid Blocker (P-CAB): Fexuprazan, Vonoprazan, dan Tegoprazan.
Nyeri dada sering kali dikira sebagai gejala asam lambung naik (GERD). Padahal, bisa jadi itu tanda awal serangan jantung koroner. Meski gejalanya serupa, risikonya sangat berbeda.
LINITIS plastica jarang terdengar di telinga masyarakat awam. Hal itu karena penyakit ini merupakan kanker lambung yang masih tergolong jinak namun dalam kategori langka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved