Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
JANTUNG merupakan organ vital yang berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup manusia. Namun, di balik fungsinya yang krusial, jantung juga rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan.
Salah satu kondisi yang paling berbahaya adalah henti jantung mendadak, yang kerap disalahartikan sebagai serangan jantung. Meskipun keduanya memiliki mekanisme yang berbeda.
Henti jantung mendadak adalah kondisi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak atau berdetak sangat tidak efektif sehingga tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini berbeda dengan serangan jantung, yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otot jantung, umumnya karena penyumbatan pembuluh darah koroner.
Pada serangan jantung, otot jantung dapat mengalami kerusakan atau kematian jaringan. Meski demikian, serangan jantung tidak selalu menyebabkan jantung berhenti berdetak. Sebaliknya, henti jantung mendadak lebih sering berkaitan dengan gangguan pada sistem kelistrikan jantung yang membuat irama jantung menjadi tidak normal.
Seperti dijelaskan National Library of Medicine, serangan jantung dapat memicu henti jantung mendadak dan berujung pada kematian mendadak apabila tidak segera ditangani.
Henti jantung mendadak sering kali terjadi tanpa peringatan. Namun, ketika muncul, gejalanya biasanya bersifat berat dan terjadi secara tiba-tiba, antara lain:
Dalam beberapa kasus, terdapat gejala awal yang bisa menjadi tanda peringatan, seperti:
Sebagian besar kasus henti jantung mendadak disebabkan oleh aritmia, yaitu gangguan irama jantung yang membuat jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Faktor lain yang dapat memicu kondisi ini meliputi:
Penanganan henti jantung mendadak harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Semakin cepat pertolongan diberikan, semakin besar peluang pasien untuk bertahan hidup. Jika seseorang di sekitar dicurigai mengalami henti jantung mendadak, segera hubungi layanan medis darurat atau ambulans.
Sambil menunggu bantuan medis, resusitasi jantung dan paru (RJP/CPR) dapat dilakukan untuk menjaga aliran darah dan oksigen ke otak. Tenaga medis nantinya dapat menggunakan defibrilator untuk membantu mengembalikan irama jantung ke kondisi normal.
Setelah kondisi darurat teratasi, pasien biasanya akan menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit, termasuk pemberian obat-obatan dan prosedur medis tertentu sesuai penyebab yang mendasarinya. Program rehabilitasi jantung juga sering diperlukan untuk memulihkan fungsi jantung dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Henti jantung mendadak dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang, terutama akibat kekurangan oksigen ke otak, seperti:
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, berhenti merokok, serta mengelola stres dengan baik. Bagi individu yang memiliki faktor risiko, pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala sangat dianjurkan sebagai langkah antisipasi.
Henti jantung mendadak merupakan kondisi medis darurat yang tidak boleh ditunda penanganannya. Screening dan konsultasi ke dokter sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko tertentu, guna mencegah kejadian fatal di kemudian hari. (Primaya Hospital/Z-2)
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Roberto Carlos memberikan kabar terbaru terkait kondisi kesehatannya. Mantan bintang Real Madrid ini membantah rumor serangan jantung dan fokus pada pemulihan.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
Menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal rutin berolahraga dan menjauhi stres.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved