Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Makam Zapotec Berusia 1.400 Tahun Ditemukan di Meksiko

Thalatie K Yani
28/1/2026 12:18
Makam Zapotec Berusia 1.400 Tahun Ditemukan di Meksiko
Arkeolog temukan makam Zapotec berusia 1.400 tahun di Oaxaca, Meksiko. Dilengkapi mural berwarna dan pahatan burung hantu raksasa yang masih utuh.(INAH)

PARA arkeolog di Meksiko berhasil mengungkap sebuah makam kuno dari peradaban Zapotec yang diperkirakan berusia 1.400 tahun. Penemuan ini disebut sebagai pencapaian arkeologi paling signifikan di Meksiko dalam satu dekade terakhir, berkat tingkat pelestariannya yang luar biasa dan detail artistik yang masih utuh.

Makam tersebut ditemukan di San Pablo Huitzo, negara bagian Oaxaca, setelah pihak berwenang menindaklanjuti laporan anonim mengenai aktivitas penjarahan di situs tersebut. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum Pardo, mengumumkan temuan besar ini dalam konferensi pers pada 23 Januari.

Ikonografi Burung Hantu dan Simbol Kekuasaan

Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian berada di pintu masuk makam. Arkeolog menemukan pahatan burung hantu besar dengan mata lebar, di mana paruhnya terbuka untuk menampakkan wajah seorang bangsawan Zapotec yang dilukis.

Dalam budaya Zapotec kuno, burung hantu melambangkan kematian sekaligus kekuasaan. Menurut pernyataan dari Institut Antropologi dan Sejarah Nasional (INAH) Meksiko, pahatan tersebut kemungkinan besar merupakan potret leluhur yang dihormati di dalam makam tersebut.

Mural Berwarna dan Kalender Kuno

Di bagian dalam, makam ini terdiri dari dua ruangan yang dipisahkan oleh ambang pintu berukir rumit. Bagian atas pintu tersebut memiliki balok batu horizontal yang diukir dengan "nama-nama kalender", sebuah sistem penamaan kuno di mana dewa dan tokoh penting diberi simbol khusus berdasarkan tanggal lahir mereka.

Dinding ruang pemakaman dihiasi dengan mural berwarna-warni yang masih asli, menggunakan pigmen putih, hijau, merah, dan biru. Mural tersebut menggambarkan prosesi pemakaman orang-orang yang membawa kantong berisi "copal", sejenis resin pohon yang dibakar sebagai dupa dalam upacara adat Mesoamerika pra-Hispanik.

Menteri Kebudayaan Meksiko, Claudia Curiel de Icaza, menyatakan pentingnya temuan ini bagi ilmu pengetahuan. "Ini adalah penemuan luar biasa karena tingkat pelestariannya dan apa yang diungkapkannya tentang budaya Zapotec: organisasi sosialnya, ritual pemakamannya, dan pandangan dunianya yang terjaga dalam arsitektur serta lukisan muralnya," ujar Curiel de Icaza.

Upaya Konservasi dan Penelitian Lanjut

Saat ini, tim interdisipliner dari INAH tengah bekerja keras untuk mengonversi dan melindungi situs tersebut. Penelitian lebih lanjut akan difokuskan pada bukti keramik, ikonografi, serta beberapa fragmen tulang manusia yang ditemukan di lokasi.

Peradaban Zapotec, yang dikenal sebagai "Orang-orang Awan," berkembang pesat di wilayah Oaxaca sejak tahun 700 SM sebelum akhirnya runtuh akibat penaklukan Spanyol pada tahun 1521. Meskipun penjarahan sering menjadi kendala bagi arkeologi di wilayah ini, penemuan makam Huitzo tetap menjadi sumber kebanggaan besar bagi rakyat Meksiko. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya