Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama BPBD DKI Jakarta dan TNI AU resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan di awal tahun.
Operasi ini berpusat di Pos Komando (Posko) Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dalam pelaksanaannya, satu unit pesawat Casa 212 seri 200 milik TNI AU dikerahkan untuk menyemai bahan semai berupa NaCl (garam) dan CaO (kapur) pada awan-awan hujan yang terpantau radar.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa fokus utama operasi ini adalah mencegat awan hujan sebelum masuk ke daratan Jakarta.
“Penyemaian diprioritaskan untuk menjatuhkan awan-awan hujan yang masih berada di lautan dan bergerak menuju daratan Jabodetabek. Selain itu, penyemaian juga dilakukan dengan tujuan menghambat pertumbuhan awan-awan baru sehingga tidak tumbuh secara optimal di daratan,” ujar Seto di Jakarta, Rabu (21/1).
Data BMKG menunjukkan, pada tahap sebelumnya (13–19 Januari 2026), tim telah menyemai sebanyak 21,4 ton NaCL dan 7,4 ton CaO dalam 31 sorti penerbangan. Langkah masif ini dilakukan menyusul adanya sejumlah fenomena atmosfer yang meningkatkan risiko hujan ekstrem, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 2 dan gelombang Kelvin.
Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menambahkan bahwa seluruh pergerakan pesawat didasarkan pada pantauan radar cuaca secara real-time. Saat ini, kondisi labilitas atmosfer menunjukkan potensi konveksi sedang yang harus segera diantisipasi.
Apresiasi juga datang dari BNPB dan BPBD DKI Jakarta yang menilai kolaborasi lintas sektoral ini sebagai kunci keselamatan warga. Operasi selama tujuh hari ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah ancaman cuaca ekstrem Dasarian II Januari.
“Penanganan bencana di Jakarta yang berjalan secara terintegrasi merupakan langkah baik yang perlu terus dijalankan dan dioptimalkan,” pungkas Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana. (H-4)
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
Pramono mengatakan, pro dan kontra masyarakat, acap kali terlihat usai mengeluarkan kebijakan, salah satunya penanggulangan banjir yang dijalankan Pemprov DKI.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak longsor Bandung Barat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan hasil pantauan lapangannya terkait penyebab banjir yang merendam seratusan RT di Ibu Kota sejak Kamis (22/1).
Langkah seperti operasi modifikasi cuaca (OMC) hanyalah satu dari sekian instrumen penanganan, bukan solusi tunggal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved