Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

5.000 Bibit Mangrove Ditanam untuk Pulihkan Kerusakan Lingkungan di Bekasi

Naufal Zuhdi
20/1/2026 13:36
5.000 Bibit Mangrove Ditanam untuk Pulihkan Kerusakan Lingkungan di Bekasi
IFG melakukan penanaman 5.000 bibit mangrove di Muara Beting, Kabupaten Bekasi.(IFG)

Upaya pemulihan lingkungan pesisir dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya kerusakan ekosistem akibat alih fungsi lahan dan perubahan iklim. Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi di berbagai daerah pesisir Indonesia.

Dalam konteks tersebut, Indonesia Financial Group (IFG) melaksanakan program penanaman 5.000 bibit mangrove di Muara Beting, Kabupaten Bekasi. Kawasan ini dikenal memiliki ekosistem mangrove yang strategis, tidak hanya untuk perlindungan garis pantai, tetapi juga sebagai habitat berbagai flora dan fauna, termasuk burung migran dan monyet ekor panjang.

Selama dua dekade terakhir, wilayah mangrove Muara Beting dilaporkan mengalami degradasi cukup signifikan akibat abrasi, eksploitasi sumber daya alam, dan perubahan fungsi lahan. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas lingkungan pesisir, mata pencaharian masyarakat setempat, serta menurunnya potensi pengembangan ekowisata berbasis alam.

Program penanaman mangrove ini diarahkan sebagai langkah rehabilitasi ekosistem dengan melibatkan masyarakat lokal, institusi pendidikan, serta pemerintah daerah. Selain berfungsi menahan abrasi dan memperbaiki kualitas lingkungan, mangrove juga berperan dalam menyerap dan menyimpan karbon, meskipun besaran serapan sangat bergantung pada jenis tanaman, usia, kepadatan, dan kondisi lingkungan setempat.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S Adji, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada isu lingkungan dan keberlanjutan.

“Program ini mencerminkan upaya IFG untuk hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk melalui kepedulian terhadap lingkungan, terutama di tengah kondisi iklim yang semakin sulit diprediksi,” ujar Denny dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1).

Ia menambahkan, inisiatif tersebut juga selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong kehidupan yang lebih harmonis dengan lingkungan alam serta penguatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam jangka panjang, rehabilitasi mangrove diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan alami terhadap abrasi pantai, tetapi juga menjadi dasar pengembangan ekowisata pesisir dan kawasan konservasi yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ke depan, kami berharap kawasan ini dapat berkembang sebagai aset lingkungan dan sosial, dengan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Denny. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya