Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

FEB UI dan Bank Sampah Dorong Ekonomi Sirkular lewat Pengelolaan Sampah

Despian Nurhidayat
09/1/2026 17:03
FEB UI dan Bank Sampah Dorong Ekonomi Sirkular lewat Pengelolaan Sampah
FEB UI melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.(FEB UI)

Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Kegiatan ini dijalankan bersama Bank Sampah Alamanda Sejahtera dan berlangsung sejak Juli 2025 hingga Desember 2025.

Permasalahan sampah di Kota Bekasi menjadi latar belakang utama pelaksanaan program tersebut. Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, timbulan sampah di Kota Bekasi pada 2024 mencapai 614.462,32 ton. Secara nasional, sekitar 50,71 persen sampah berasal dari rumah tangga, sehingga aktivitas domestik menjadi sumber utama timbulan sampah di Indonesia.

Kondisi ini mendorong perlunya langkah konkret melalui edukasi kepada ibu rumah tangga, yang diwujudkan dalam Program Inovasi Sosial Partisipasi Perempuan dan Ibu Rumah Tangga dalam Memilah Sampah Sejak Dini dengan Pendekatan Ekonomi Sirkular. Program tersebut merupakan hasil kerja sama lintas fakultas di UI, melibatkan FEB, FISIP, dan SPPB UI, bersama Bank Sampah Alamanda Sejahtera.

Perwakilan civitas akademika UI, Dwini Handayani, menekankan peran strategis perempuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

“Ibu rumah tangga memiliki peran utama dalam mengelola sampah rumah tangga, mulai dari memilah sampah organik dan anorganik, Ibu rumah tangga juga memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Dwini.

Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar penting agar praktik tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis limbah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua RW 02 Kelurahan Bojong Menteng, Dain Santoso, menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini.

“Keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan, dalam pengelolaan sampah menjadi aspek yang sangat penting. Perempuan memainkan peran sentral dalam rumah tangga, seperti mendidik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” kata Dain.

Ia menambahkan bahwa praktik dan edukasi kepada ibu rumah tangga juga berpotensi memantik nalar usaha kecil berbasis pengelolaan sampah.

Rangkaian kegiatan program meliputi pendampingan pembentukan unit bank sampah, praktik pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromatik, pembuatan anyaman dari kemasan saset, pendampingan branding produk daur ulang kelompok ibu rumah tangga untuk pengembangan target pemasaran, serta kolaborasi dan advokasi regulasi dengan para pemangku kepentingan.

“Dengan adanya pelatihan ini, ibu rumah tangga, dapat menabung sampah yang dapat didaur ulang, menghasilkan uang dari limbah rumah tangga dan mendapatkan manfaat ekonomi lainnya,” jelas Ketua Bank Sampah Alamanda Sejahtera Apriliawati.

Program ini menjadi langkah awal membangun kepedulian lingkungan yang dimulai dari lingkup rumah tangga, sekaligus mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan ekonomi sirkular.

Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI serta PT Bumi Resources Minerals Tbk, dengan dukungan fasilitas dan pendampingan dari Bank Sampah Alamanda Sejahtera. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya