Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK sampah berperan penting dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan ekonomi sirkular. Namun, saat ini banyak bank sampah masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjaga keberlangsungan operasional.
Salah satu pihak swasta yang menjalankan program transformasi bank sampah, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia), mengungkapkan temuan di lapangan terkait tantangan tersebut. Antara lain, kurangnya pembeli tetap bahan daur ulang, keterbatasan kapasitas pengelolaan sampah dan keterampilan bisnis, fluktuasi harga material daur ulang, hingga hambatan peningkatan skala operasional dan kurangnya dukungan infrastruktur pengelolaan sampah di berbagai daerah.
“Akibatnya, banyak bank sampah yang tidak berumur panjang dan tidak dapat beroperasi secara optimal,“ ujar Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia pada Rapat Koordinasi Nasional Bank Sampah 2024 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, beberapa waktu lalu.
Baca juga : Rantai Sirkular Ekonomi Persampahan Perlu Berdayakan Pemulung di Yogyakarta
Sejatinya, lanjut dia, bank sampah bukan sekadar wadah pengumpulan sampah, melainkan juga menjadi katalis perubahan pola pikir masyarakat. “Melalui bank sampah, kita dapat mengubah paradigma terkait sampah, dari masalah menjadi sumber daya ekonomi dan sosial," papar Karina.
Untuk membantu bank sampah dalam mengatasi tantangan, pihaknya menghadirkan beberapa inisiatif inovatif. Upaya tersebut telah membuahkan hasil. Salah satu contoh keberhasilan dukungan CCEP Indonesia itu dapat dilihat di Kota Metro, Provinsi Lampung.
Melalui kolaborasi sinergis, Bank Sampah Metro Lampung saat ini telah menerapkan tata kelola persampahan tingkat kota yang berkelanjutan. Program-program yang diterapkan meliputi jaminan kerja sama tetap pembelian kemasan plastik PET, pelatihan intensif manajemen dan kewirausahaan, pengembangan produk daur ulang bernilai tambah, digitalisasi bank sampah, serta pendampingan akses ke insitusi keuangan dan pendidikan.
Baca juga : Amandina Bumi Nusantara Sukses Terapkan Ekonomi Sirkular di Indonesia
Hasil yang dicapai dari program ini cukup signifikan. Bank Sampah Metro Lampung kini menaungi sekitar 22 unit bank sampah dan melayani kurang lebih 1.600 rumah tangga di Kota Metro, Lampung. Selain itu, terjadi peningkatan volume sampah yang terkumpul dan didaur ulang, pertumbuhan pendapatan bank sampah dan anggotanya, perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta peningkatan partisipasi dan pemberdayaan kaum perempuan setempat.
“Sebagai produsen minuman kemasan, kami berkomitmen menjadi katalis perubahan sistem pengelolaan sampah melalui pendekatan ekonomi sirkular yang menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Di hulu, perusahaan fokus pada desain kemasan berkelanjutan, transisi dari botol berwarna menjadi transparan, peningkatan penggunaan bahan baku daur ulang (recycled PET/rPET) pada kemasan, efisiensi sumber daya air dan energi, minimalisasi limbah produksi, serta peningkatan penggunaan energi terbarukan dalam proses operasi,” terang Karina.
Sementara di hilir, lanjutnya, CCEP Indonesia memberikan dukungan pada sistem pengumpulan kemasan pascakonsumsi yang bertanggung jawab melalui fasilitas daur ulang Amandina Bumi Nusantara dan Yayasan Mahija Parahita Nusantara, serta edukasi dan kampanye kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
"Kami percaya bahwa pendekatan ekonomi sirkular adalah kunci menuju masa depan yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk bank sampah, kami optimistis dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat," tutup Karina. (B-1)
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menilai kinerja pengelolaan sampah nasional masih perlu ditingkatkan.
WAKIL Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyatakan kurve dan pembuatan bank sampah di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu strategi penanganan sampah.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif.
Pemkot Bandung akan mengkaji dan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan seperti RDF, budidaya maggot, pengolahan organik, serta pengurangan sampah dari sumber.
HARI Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Lebih dari 340 tempat pembuangan sampah (TPA) di Indonesia masih menggunakan metode open dumping meskipun secara undang-undang sudah dilarang.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Peneliti temukan cara mengolah limbah biji bunga matahari menjadi tepung roti bernutrisi tinggi. Kaya protein, antioksidan, dan bantu kontrol gula darah.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
Selama lebih dari empat tahun terakhir Banyumas menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat dan ekonomi sirkular
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved