Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemecah Gelombang Bantu Ekonomi Bergerak di Pantai Pasir Putih Tlangoh

Naufal Zuhdi
23/12/2025 11:59
Pemecah Gelombang Bantu Ekonomi Bergerak di Pantai Pasir Putih Tlangoh
Ilustrasi hexa reef(PHE WMO)

Pantai Pasir Putih Tlangoh di Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dikenal dengan hamparan pasir putihnya yang luas. Namun di balik keindahan tersebut, kawasan pesisir ini menghadapi ancaman abrasi yang cukup serius. Kajian Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencatat, laju abrasi di Pantai Pasir Putih Tlangoh sempat mencapai hingga tujuh meter per tahun.

Di tengah risiko tersebut, upaya penyelamatan pesisir dilakukan melalui kolaborasi masyarakat dengan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO). Perusahaan ini mendampingi warga membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai wadah pengelolaan potensi wisata pantai sekaligus penguatan kapasitas masyarakat setempat.

Selain penguatan kelembagaan, PHE WMO juga menghadirkan inovasi pemecah gelombang berbentuk heksagonal atau hexa reef untuk menahan laju abrasi. Program ini sempat terhenti akibat pandemi covid-19, namun kembali dilanjutkan setelah dilakukan penyesuaian rencana strategis.

Pengurus Pokdarwis Pantai Pasir Putih Tlangoh, Zainudin, mengatakan keberadaan hexa reef memberikan dampak nyata bagi perlindungan pantai. Inovasi tersebut dinilai mampu mengurangi abrasi sehingga warga semakin percaya diri mengembangkan kawasan wisata.

“Dengan adanya hexa reef, abrasi pantai bisa ditekan. Itu yang membuat kami berani membuka dan mengelola wisata Pantai Pasir Putih Tlangoh,” ujar Zainudin, Senin (22/12).

Pantai Pasir Putih Tlangoh sendiri mulai dikenal luas pada 2020. Saat pandemi covid-19 melanda dan banyak destinasi wisata ditutup, pantai ini justru menjadi alternatif tujuan wisata. Kondisi lingkungan yang relatif terbuka membuat kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan.

“Waktu itu banyak tempat wisata tutup. Di sini justru ramai, bahkan ada anggapan berendam di pantai bisa jadi salah satu cara menjaga kesehatan,” kata Zainudin.

Pada masa puncak kunjungan, Pantai Pasir Putih Tlangoh mampu menarik ribuan wisatawan setiap akhir pekan dan musim liburan. Namun demikian, pengelola menyadari bahwa keberlanjutan wisata tidak hanya bergantung pada jumlah pengunjung, melainkan juga kualitas sumber daya manusia.

“Wisatawan mungkin datang sekali, tapi kalau kesannya baik, promosi dari mulut ke mulut akan berjalan dengan sendirinya,” ujarnya.

Dampak positif pengembangan wisata juga dirasakan langsung oleh perekonomian warga. Sejumlah penduduk yang sebelumnya merantau kini memilih kembali ke desa dan mengembangkan usaha di sekitar kawasan wisata, mulai dari UMKM, jasa parkir, hingga usaha pendukung lainnya.

“Sekarang banyak warga tidak perlu merantau lagi. Mereka bisa bekerja dan membuka usaha di desa sendiri,” tambah Zainudin.

Saat ini tercatat sekitar 40 pelaku UMKM aktif beroperasi di kawasan Pantai Pasir Putih Tlangoh. Pengelolaan wisata yang semakin tertata juga ikut mengangkat citra Desa Tlangoh. Pada 2018, desa ini meraih penghargaan sebagai desa terbaik peringkat kedua di Kabupaten Bangkalan, salah satunya berkat pengembangan wisata berbasis masyarakat.

Setelah empat tahun penerapan inovasi hexa reef, laju abrasi di Pantai Pasir Putih Tlangoh mulai menunjukkan penurunan. Dari sebelumnya mencapai tujuh meter per tahun, kini abrasi berkurang menjadi sekitar lima meter per tahun.

Hingga kini, PHE WMO telah memasang sebanyak 395 unit hexa reef dengan ukuran masing-masing 1,5 meter. Perlindungan pantai yang tercapai baru sekitar 300-400 meter, masih jauh dari kebutuhan ideal sepanjang dua kilometer. Meski demikian, inovasi ini menjadi langkah awal penting dalam menjaga pesisir sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik