Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kemenhut Maksimalkan Kayu Gelondongan untuk Huntara dan Tenda Pengungsi Pascabencana

Atalya Puspa    
07/1/2026 18:25
Kemenhut Maksimalkan Kayu Gelondongan untuk Huntara dan Tenda Pengungsi Pascabencana
Foto kayu gelondongan yang ikut hanyut saat banjir bandang di Sumatra Barat.(MI/Yose Hendra)

KEMENTERIAN Kehutanan mengoptimalkan pemanfaatan kayu gelondongan yang hanyut saat banjir di Sumatra, tepatnya di Aceh Utara, Aceh, dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Kayu-kayu tersebut akan digunakan dalam upaya pemulihan masyarakat terdampak. Langkah ini dilakukan dengan dukungan puluhan alat berat serta hasil kajian Universitas Gadjah Mada (UGM), agar kayu yang terbawa banjir dapat dimanfaatkan secara legal, aman, dan tepat sasaran.

Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pemilahan kayu hanyutan dilakukan dengan mengerahkan 35 unit alat berat gabungan dari Kemenhut, TNI, dan Kementerian PUPR. Alat-alat tersebut difokuskan membersihkan kayu dari halaman rumah warga sekaligus memilah kayu di aliran sungai untuk dimanfaatkan sebagai material darurat.

Hingga 6 Januari 2026, tercatat sebanyak 454 batang kayu dengan volume 730,95 meter kubik telah diukur dan dinyatakan layak dimanfaatkan. Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan menyatakan, percepatan pemilahan kayu menjadi kunci agar warga segera memperoleh manfaat.

“Dengan dukungan alat berat, pemilahan kayu hanyutan bisa dilakukan lebih cepat dan aman. Kayu yang layak kami manfaatkan untuk kebutuhan darurat warga,” ujarnya.

Kayu hasil pemilahan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) berbasis hasil riset UGM. Hingga kini, pemanfaatan kayu oleh masyarakat dan lembaga kemanusiaan telah mencapai 28,86 meter kubik, dengan dua unit huntara dalam proses pembangunan dan satu unit telah rampung.

Upaya serupa juga dilakukan di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan. Di wilayah ini, pemanfaatan kayu hanyutan didukung 20 unit alat berat dan 10 unit dump truck untuk memenuhi kebutuhan pengungsian dan penanganan darurat.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara Novita Kusuma Wardani menjelaskan, kayu yang telah diolah dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan pengungsi. “Sebanyak 430 keping kayu olahan dengan volume 6,95 meter kubik digunakan sebagai alas lantai 267 unit tenda darurat. Seluruh prosesnya kami awasi agar pemanfaatannya tepat sasaran,” katanya.

Kemenhut menegaskan, pemanfaatan kayu hanyutan pascabencana dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 863 Tahun 2025, dengan mengedepankan prinsip legalitas, transparansi, dan kebermanfaatan sosial, sekaligus mencegah pemanfaatan kayu secara tidak terkendali di lapangan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya