Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA signifikan masih berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan dampak ikutan bencana hidrometeorologi pada periode 6–12 Januari 2026.
BMKG menyatakan, dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem tercatat di sejumlah wilayah. BMKG mencatat hujan ekstrem terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan intensitas mencapai 165 mm per hari dan di Sumatera Barat sebesar 159,2 mm per hari. Sementara itu, hujan sangat lebat juga terjadi di Kalimantan Barat dengan intensitas 108,6 mm per hari serta di Maluku sebesar 103,3 mm per hari.
"Peningkatan curah hujan tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks, antara lain kondisi La Niña lemah, penguatan angin Monsun Asia yang disertai seruakan dingin, aktifnya Madden–Julian Oscillation (MJO), perambatan gelombang ekuator, serta pengaruh Bibit Siklon Tropis 91S yang kini berkembang menjadi Siklon Tropis Jenna," ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Selasa (6/1).
Adapun, untuk sepekan ke depan, dinamika atmosfer global hingga lokal masih berperan signifikan. Pada skala global, ENSO terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, sehingga meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia. Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan Indonesia juga turut memperkuat suplai uap air.
BMKG memprakirakan MJO akan aktif melintasi wilayah Aceh, Sumatera bagian selatan, Jawa, Kalimantan, Maluku, Maluku Utara, hingga sebagian besar Papua. Selain itu, gelombang Kelvin dan Rossby ekuator diprediksi aktif di Aceh, Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta wilayah Papua. Kombinasi fenomena tersebut meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Sementara itu, Siklon Tropis Jenna yang berada di Samudra Hindia barat daya Lampung bergerak ke arah selatan diprakirakan menguat hingga kategori 2 dalam beberapa hari ke depan. Meski tidak berdampak langsung, siklon ini berpotensi memicu gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat di sebagian wilayah Sumatra bagian selatan dan Jawa bagian barat.
BMKG menjabarkan, pada periode 6–8 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat. Peningkatan hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan. Potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Lampung, Bengkulu, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Papua Selatan.
Lalu, memasuki periode 9–12 Januari 2026, potensi hujan masih meluas di hampir seluruh wilayah Indonesia. Status siaga hujan lebat hingga sangat lebat ditetapkan di Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan. Adapun potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya.
"BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama dalam perencanaan perjalanan darat, laut, dan udara, serta aktivitas luar ruang," jelasnya.
Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infoBMKG. BMKG juga menyediakan layanan Digital Weather for Traffic yang terintegrasi untuk membantu masyarakat memperoleh informasi cuaca sepanjang jalur perjalanan. (H-2)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Selasa, 17 Februari 2026.
BMKG menyampaikan prakiraan cuaca di Jakarta akan ujan hari ini, Senin 16 Februari 2026 siang hingga sore hari.
BMKG menyatakan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
(Kemenag) akan menggelar sidang isbat 1 Ramadan 2026, pada Selasa (17/2). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga melakukan pengamatan hilal di 37 titik.
BMKG keluarkan peringatan dini cuaca Jakarta 16 Februari 2026. Jaksel status Siaga hujan lebat, Kepulauan Seribu waspada petir. Cek detailnya.
Bibit Siklon Tropis 95P terpantau berada di Laut Koral sebelah tenggara Papua Nugini dan bergerak ke arah timur, yang membentuk daerah perlambatan angin dan pertemuan angin
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selanjutnya gelombang tinggi juga akan berlanjut ke arah Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prakirawan BMKG Cilacap, Adnan Dendy Mardika, mengatakan tinggi gelombang di wilayah tersebut berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved