Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode 5–8 Januari 2026. Meski secara umum cuaca di Indonesia diprakirakan berawan hingga hujan ringan, peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di banyak wilayah.
“Memasuki awal tahun 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem,” demikian pernyataan BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG mencatat, hujan dengan intensitas sedang berpotensi melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, serta sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Maluku, Maluku Utara, serta hampir seluruh wilayah Papua.
Selain itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini berstatus siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Cuaca tersebut berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang.
“BMKG mengingatkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 5–8 Januari 2026,” tulis BMKG.
Adapun peringatan angin kencang dikeluarkan untuk wilayah Aceh, Kepulauan Riau, dan Maluku. BMKG menekankan bahwa kondisi cuaca ekstrem berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk sektor transportasi.
“Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah dan aktivitas wisata,” lanjut BMKG.
Untuk meminimalkan risiko, BMKG meminta masyarakat aktif memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi. “BMKG juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG,” jelasnya.
Dalam rangka mendukung kelancaran mobilitas, khususnya selama periode libur Natal dan Tahun Baru, BMKG menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT). “Melalui layanan Digital Weather for Traffic, masyarakat dapat memperoleh informasi cuaca sepanjang rute perjalanan, mulai dari lokasi keberangkatan hingga tujuan akhir,” tulis BMKG. Layanan tersebut dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman signature.bmkg.go.id/dwt.(H-2)
Prakirawan BMKG Cilacap, Adnan Dendy Mardika, mengatakan tinggi gelombang di wilayah tersebut berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta, periode Rabu, 28 Januari 2026.
BMKG memprediksi pagi hari di sebagian besar wilayah Jakarta akan diawali dengan kondisi berawan tebal.
Pemprov DKI memastikan anggaran untuk OMC telah tersedia. Sebab, DPRD DKI sudah menyetujui anggaran OMC selama satu bulan penuh.
BMKG mencatat, pada periode 23–26 Januari 2026 telah terjadi hujan lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved