Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lonjakan signifikan kejadian tanah longsor sepanjang 2025, baik dari sisi frekuensi maupun dampak korban jiwa. Bahkan, tanpa memperhitungkan kejadian Siklon Sinyar, tanah longsor menjadi bencana paling mematikan di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Kepala Pusat Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, peningkatan tersebut terlihat dari rangkaian peristiwa longsor besar yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. “Sekiranya tidak ada Siklon Sinyar, maka tanah longsor adalah kejadian paling mematikan sepanjang tahun 2025,” ujarnya, Kamis (1/1).
BNPB mencatat, longsor besar terjadi beruntun sejak awal tahun. Pada Januari 2025, longsor di Petungkriyono, Pekalongan, menewaskan 25 orang. Maret, longsor di Sukabumi merenggut sembilan jiwa. April, longsor di Mojokerto menyebabkan 10 orang meninggal dunia. Tragedi berlanjut pada Mei di Gunung Kuda, tambang pasir di Jawa Barat, dengan korban 21 jiwa, serta longsor di Pegunungan Arfak, Papua Barat, yang menewaskan 16 orang.
“November menjadi bulan dengan frekuensi dan dampak bencana paling tinggi di 2025,” kata Abdul Muhari.
Pada bulan tersebut, longsor di Cilacap menewaskan 21 orang, disusul Banjarnegara dengan 17 korban meninggal dan 11 orang masih hilang. Di Papua, longsor di Induga bahkan menelan 23 korban jiwa dan 15 orang hilang.
Menurut BNPB, tingginya korban tidak semata dipicu hujan ekstrem, tetapi juga penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan. “Kondisi-kondisi kelerengan ini sudah mulai sangat rentan, sehingga kita harus melihat ulang tata ruang dan peruntukan lahan agar kejadian tanah longsor ini tidak berulang dan intensitasnya makin tinggi,” tegas Abdul Muhari.
Ia menekankan, pengurangan risiko longsor harus menjadi fokus utama kesiapsiagaan nasional ke depan. “Selain banjir, kita sudah harus menaruh atensi yang sangat tinggi, sangat fokus pada pengurangan potensi kejadian tanah longsor,” ujarnya.
(P-4)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban bencana tanah longsor Cisarua.
Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki, dengan area semai pada radial 030–060 derajat.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meninjau dan mengevaluasi penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat
Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 selama 14 hari guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.
OPERASI pencarian terhadap korban tanah longsor yang melanda Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, telah memasuki hari ketiga.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Matindas J. Rumambi, menekankan perlunya penguatan skema Pendanaan Risiko Kebencanaan (Disaster Risk Financing)
Rasa empati yang tinggi merupakan modal kemanusiaan yang mulia, terutama saat menghadapi situasi krisis berkepanjangan seperti bencana alam.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk mengembalikan fungsi gunung sebagai 'pananggeuhan' atau tempat untuk bersandar.
Paparan berulang terhadap konten bencana, baik berupa gambar, video, maupun narasi emosional, dapat memicu respon stres yang serupa dengan mereka yang mengalami peristiwa tersebut.
Kewaspadaan menjadi hal utama yang harus dibangun bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI, Cek Endra, menyampaikan pandangannya menyikapi perkembangan penanganan lingkungan dan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved