Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PETA sebaran bencana sepanjang 2025 menunjukkan Pulau Jawa dan Sumatra masih menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana tertinggi di Indonesia. Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti meningkatnya kerentanan wilayah yang sebelumnya relatif aman, seperti Papua.
Kepala Pusat Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan lima provinsi dengan kejadian bencana tertinggi sepanjang 2025, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, dan Sumatra Utara.
“Secara tahunan, lima provinsi tersebut menjadi penyumbang terbesar kejadian bencana di Indonesia sepanjang 2025,” ujarnya, Kamis (1/1).
Pada tingkat kabupaten dan kota, Bogor, Kampar, Bima, Karawang, dan Siak tercatat menyumbang sekitar 30%-40% dari total kejadian bencana nasional.
Untuk jenis bencana, banjir paling sering terjadi di Bima, Bogor, Karawang, Parigi Moutong, dan Pasuruan. Sementara itu, cuaca ekstrem banyak tercatat di Bogor, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Malang, Lampung Timur, dan Cilacap. Di sisi lain, pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai relatif berhasil.
“Kita melihat penurunan dan pengendalian karhutla yang cukup signifikan, terutama jika dibandingkan dengan fase El Niño pada 2015, 2019, dan 2023,” kata Abdul Muhari.
Namun demikian, perhatian khusus kini diarahkan pada meningkatnya kejadian tanah longsor yang meluas hingga Papua. “Papua yang dikenal memiliki struktur tanah keras dan hutan yang relatif terjaga, dalam satu hingga dua tahun terakhir mengalami peningkatan kejadian longsor yang cukup signifikan,” ungkapnya.
BNPB menilai alih fungsi lahan menjadi salah satu pemicu utama kondisi tersebut. “Ini bukan hanya soal intensitas hujan atau porositas tanah, tetapi juga alih fungsi lahan serta menurunnya daya tampung lingkungan akibat peruntukan lahan yang tidak sesuai,” jelas Abdul Muhari.
Ia menegaskan bahwa degradasi lingkungan kini tidak lagi identik dengan wilayah padat penduduk. “Sebaran bencana hidrometeorologi basah tidak hanya didominasi daerah padat penduduk. Seluruh kawasan di NKRI harus benar-benar mendapat perhatian dari sisi lingkungan,” pungkasnya.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Banyak orang, baik penyintas maupun relawan, cenderung mengabaikan kondisi mental mereka sendiri karena fokus utama tersita untuk menolong keluarga atau memenuhi kebutuhan dasar.
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat melakukan mitigasi mandiri.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Kepala Klenteng Hok Tik Bio Purwokerto, Jawa Tengah, Suryana menyampaikan ungkapan keprihatinannya atas maraknya bencana yang timbul di berbagai daerah.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menjelaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan dilakukan baik di tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat.
Hngga kini, banjirasih mengenangi lima kecamatan di Kabupaten Lamongan. Antara loan, Kecamatan Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tetap berjalan dengan optimal.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved